Kita Mesti Telanjang

….Dan benar-benar bersih. Suci lahir dan di dalam bhatin. …. Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita. Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan, bersahabat dengan kita. ….

Dua penggal lirik lagu Ebiet G. Ade di atas seakan menjadi jawaban atas kondisi yang terjadi sekarang di negara kita. Bayangkan saja, dalam waktu 1 bulan, kita dilanda 2 gempa yang sangat kuat. Yang pertama terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 2 September 2009 dengan kekuatan sekitar 7,2 skala Richter, sedangkan yang kedua terjadi di Padang, Sumatera Barat pada 30 September 2009 dengan kekuatan sekitar 7,6 skala richter. Puluhan korban jiwa melayang dan kerusahan material juga sangat banyak.

Deretan peristiwa yang memilukan itu seakan menambah cacatan kesedihan ibu pertiwi atas rentetan bencana alam yang selalu terjadi mulai dari gempa, longsor, tsunami, gunung meletus, dan lain sebagainya.

Apakah bangsa ini seakan tidak direlakan untuk tersenyum sejenak? Atau inikah sebuah cobaan dari Tuhan untuk menguji iman kita? Atau sebuah nasib sial karena tinggal di negara yang orang-orangnya banyak yang merasa sebagai seorang nabi bahkan tuhan? Ahh, entahlah. Saya sendiri tidak tahu pasti. Semua serba menebak, semua serba mencurigai. Seakan dukun menjadi lebih pintar dari ahli geologi. Atau mungkin Tuhan memang benar-benar menjauh? Tidak. Tuhan tidak pernah meninggalkan umatnya. Pendeta pun mengakui itu. Tapi Tuhan sepertinya masih enggan berbicara lewat kata-kata.

Apapun itu, kitalah yang seharusnya instropeksi diri. Karena kita yang mengalami, kita yang merasakan. Alam adalah kuasa Tuhan, yang tidak bisa dijinakkan dengan sebuah puisi di secarik kertas bercahaya sekalipun, atau dengan teriakan-teriakan menggebu-gebu penuh doa yang dinyanyiakan di jalanan oleh mahasiswa kebanyakan.

Mungkin dengan mendeklarasikan sebuah persahabatan baru dengan alam yang akan membawa kita ke dalam ketenangan. Sebuah persahabatan tanpa pengkhianatan. Supaya alam tidak enggan bersahabat dengan kita. Karena bisa jadi Tuhan tidak bosan dengan tingkah persahabatan itu.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.