Kenikmatan Berbagi Ilmu

Saya masih ingat betul kapan saya mulai mengenal tombol power komputer. Kalau boleh jujur nih ya, saya bisa menggunakan komputer pas sudah jadi mahasiswa. Kebayang gak betapa bodohnya saya waktu SMA? :D. Ya udah, dari pada jadi bodoh terus-terusan, akhirnya saya makin giat mempelajari hal-hal baru yang saya butuhkan tapi belum saya miliki. Salah satunya adalah bidang komputer. Puji Tuhan, meskipun memang saya lebih banyak belajar secara otodidak, tetapi banyak juga teman-teman sekost yang mau berbagi ilmu kepada saya. Gak percuma memang jauh-jauh kuliah ke Surabaya ini karena menemukan orang-orang sebaik mereka. Kalau dipikir-pikir, apa mungkin ini karunia Tuhan atas apa yang telah kita perbuat di masa sebelumnya? Saya sih gak berani nyimpulkan seperti itu. Tapi kalau kisah saya dilihat ke belakang, bisa saja ada hubungannya.

Dulu ketika SD sampai SMA (gak pernah TK, maklum anak ndeso) cukup rajin memang bantu-bantu teman dalam pelajaran (duh, puji diri mulu nih. Ha3x). Meskipun saya mengakui kalau saya gak pintar mengajar (mungkin darah seorang guru gak tertular dari mamak saya yang memang seorang guru SD), tapi demi teman saya rela bercapek-capek ria supaya apa yang saya ketahui juga diketahui oleh mereka, semuanya. Waktu itu ideologi yang saya gunakan adalah “kita semua saudara“. Harus diakui memang bahwa prinsip yang saya gunakan itu gak semua orang bisa menerima. Ada beberapa rekan yang menganggap bahwa dalam hidup itu penuh persaingan. Jika ingin tetap di depan, jangan biarkan lawan mengejar kita. Hmm, bolehlah, ada benarnya juga. Tapi bagi saya persaingan itu juga mengenal tempat. Itulah sebabnya saya gak pernah takut harus kalah ranking di kelas dengan teman-teman yang mungkin dapat nilai bagus karena saya ajari. Kerena prinsip itu juga, saya pernah dipanggil wakil kepala sekolah karena para guru tahu kalau saya suka membantu sampai di ruang ujian. Benar sih itu salah, tapi mau gimana lagi, saya gak tega banget lihat teman-teman sengsara karena mungkin kebetulan lagi gak bisa menjawab soal ujian, dan saya merasakan hal itu ketika kuliah sekarang dimana saya sering gak bisa menjawab soal karena kebodohan saya. Namun, sekali lagi itu karena saya tidak takut kalah ranking di kelas. Gak ada bedanya ranking 1 dengan ranking 10 kalau pengetahuannya adalah sama.

Berbicara tentang belajar komputer, sampai sekarangpun saya masih sering dibantu oleh orang lain. Yang paling membuat saya gak habis pikir adalah ternyata ada begitu banyak orang di dunia maya ini yang mau berbagi tanpa mengharapkan imbalan bahkan lebih agresif mengajari kita dari pada kita yang minta ajari. Ini berdasarkan pengalaman saya tahun lalu ketika saya hobi mengedit tampilan layout friendster. Saya sering bertanya kepada seseorang yang saya kenal lewat forum di Friendstertalk.com. Dia kemudian ngajak saya YM-an supaya bisa diajari step by step. Bahkan, saya pernah di-sms untuk ngajak kapan belajar lagi. Busyeeet dah. Saya waktu itu sempat bertanya dalam hati, kok dia agresif gitu ya? Saya memang gak negatif thinking akan hal itu. Toh sampai sekarangpun dimana saya gak pernah lagi berguru pada mereka, saya gak menemukan udang di balik batu. Dengan berbekal kisa

h klasik di atas, saya berani menyimpulkan bahwa kita gak perlu takut mendapatkan pengetahuan di dunia ini, karena ada banyak orang yang siap berbagi kepada kita. Termasuk pula di dunia maya ini. Meskipun kita tidak tahu tampang aslinya bagaimana, saya yakin orang-orang yang aktif di dunia maya ini khususnya teman-teman blogger siap berbagi ilmu dengan kita.

Alasan itu pula yang membuat saya semakin aktif di dunia per-website-an termasuk dunia blogging ini. Selain karena ingin memanfaatkan jutaan potensi dan opportunities yang ada di internet, saya menemukan ada kenikmatan yang amat sangat berharga dengan berbagi ilmu di dunia ini. Nikmat bukan karena mendapat receh dollar dari hasil PTC, PPC, maupun PTR , tetapi ada kepuasaan kalau bisa mengukir halaman blog dengan tulisan-tulisan bebas namun berisi untuk diberikan kepada semua orang tanpa dihalang-halangi. Sebahagia-bahagianya orang, lebih bahagia kalau membuat orang menjadi bahagia. Bukan begitu boz?

Saya pun telah memutuskan bahwa saya akan terus berbagi apa yang saya ketahui baik melalui perantara internet, maupun secara langsung. Bagaimana dengan Anda?

Teringat dengan hal berbagi, belakangan ini saya sedikit disibukkan dengan aktivitas pelatihan pembuatan website dengan modul CMS. Bulan April kemarin saya di-request untuk jadi trainer pembuatan web dengan WordPress CMS bagi asisten Lab. SCM jurusan saya (padahal tahun lalu mereka juga telah meminta pelatihan pembuatan web dengan Joomla CMS. Hmm, apa yang diminta dipenuhi deh^^). Tadi pagi saya ngajar penggunaan Joomla CMS di kelas yang saya ambil semester ini (e-business/e-commerce). Kamis tanggal 7 kemarin dan tanggal 16 Mei ’09 nanti, saya diminta jadi trainer pembuatan website dengan Joomla CMS oleh teman-teman Unesa di Hi-Tech Mall, Surabaya.

Huh, dengan segudang permintaan itu, sanggupkah saya mengerjakan tanpa dibayar? Gak tau deh, ngandalin doa ajalah.

Harapan saya, dengan berbagi ilmu kepada orang lain, ada secercah harapan untuk bersama-sama membantu mencerdaskan kehidupan bangsa seperti diamanatkan pada pembukaan UUD ’45 alinea IV. He3x………

10 Comments

  • nalenalen Reply

    Ada kalimat di postinganmu yg sejak jaman baheula juga selalu kupegang, “Sebahagia-bahagianya orang, lebih bahagia kalau membuat orang menjadi bahagia”.
    Dan saat membaca kalimatmu itu, rasanya aku diingatkan kembali. Bahagia untukmu, bahagia untukku, bahagia untuk alam semesta. Bravo!

  • HelNes Reply

    @gempur:
    berarti kalau ingin bahagia, salah satunya adalah rajin berbagi..betul mas?

    @quinie:
    iya mbak, saya di sby. lagi kuliah disini.yacch..mbak, saya kan belum pernah ngajari mbak photoshop

    @Budi Hermanto:
    itu makanya kita jangan takut berbagi, krn Tuhan akan memberikan yang lebih kepada kita..amiin
    Salam kenal juga ya, makasi dah berkunjung

    @Quinie:
    iyach mbka..nyantai aj..hehehe :D.oke deh, saya link balik juga ya mbak..

    @suwung:
    makasi mas kunjungannya ya..iyap, silahkan jadikan amal utk di akhiran..

    @Shanty:
    hahaha..kalau panjang tangan berarti maling dunk mbak..makasi ya kunjungannya

  • Shanty Reply

    yoi.. lebih baik tangan diatas daripada di bawah.. tapi jangan sampe tangan kiri tau yaa.. trus jangan panjang tangan juga.. hmmm… tangan-tangan sapakah itu.. hayah *jadi pusing*

  • suwung Reply

    amal buat bekal di akherat bos… bagus bagus bagus

  • quinie Reply

    udah sayah link balik yaaa

  • quinie Reply

    gubrag… maab maab salah orang… sayah suka ketuker2 antara dikau ama genial… sorriiiiiii *menjura*

  • Budi Hermanto Reply

    Wew..
    Ilmu semakin dbagi..
    Semakin bertambah..
    Aneh ya bang..
    Hehehe..
    Met knal ya bang.. ;)

  • quinie Reply

    hoh? dikau di sby ya… o.. yayaya…
    makasih ya udah sering bantuin sayah ini itu tentang potoshop

  • gempur Reply

    kebahagiaan terbesar adalah memberi…. begitu kata teman saya suatu ketika…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.