3 Hal yang Dikejar Laki-laki

Sebenarnya 3 hal yang saya maksud ini sudah dikenal oleh orang banyak khususnya laki-laki. Saya tidak tahu siapa yang pertama kali mengeluarkan pendapat ini. Tapi yang pasti saya pertama kali mendengar 3 hal tersebut dari Bapak saya yang seingat saya ketika itu sedang berceramah kepara tetangga yang terbelit masalah keluarga karena kasus perselingkuhan. Bukan maksud saya lho mendengar pembicaraan meraka alias nguping gak sopan gitu. Berhubung di rumah saya cuma ada 1 televisi berwarna dan berada pula di ruang tamu. Jadilah suara mereka secara tidak sengaja terdengar oleh kuping saya. Salah siapa juga ngobrol di depan anak kecil. Lagian kuping ini milik siapa? Tapi apa mau dikata, keadaan itu pulalah yang membuat saya mengingat terus 3 hal itu, yang membuat saya selalu berpikir tentang kesuksesan seorang laki-laki. Apakah sebatas 3 hal itu?

  1. UANG. Uang menurut defenisinya merupakan sebuah alat yang telah disepakati bersama oleh pihak-pihak yang berkaitan sebagai alat tukar jual beli (www.banditbatak.com,2009). Dengan uang kita bisa membeli banyak hal. Sebab, barang maupun jasa yang ada di dunia ini biasanya dinilai kemudian dibandrol dengan harga tertentu. Untuk mendapatkan barang atau jasa itu, kita membutuhkan sejumlah uang sejumlah bandrol barang atau jasa tersebut agar bisa memperolehnya. Bagaimana peran seorang laki-laki disini? Seorang laki-laki memang digariskan untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, tentu butuh uang. Akhirnya, laki-laki yang memang digariskan untuk menjadi kepala keluarga merasa lebih bertanggung jawab untuk mencari uang tersebut. Namun, yang celaka adalah ketika uang dianggap segala-galanya. Segala-galanya disini maksudnya adalah tujuan hidupnya hanya untuk uang, money, dan juga hepeng. Memang banyak laki-laki yang tidak mementingkan uang, tapi tidak sedikit pula yang tergila-gila pada uang yang membuat laki-laki mencari segala cara untuk mendapatkan uang sesuai keinginannya namun melebihi kebutuhannya.
  2. JABATAN. Jabatan maksudnya di sini adalah kedudukan seorang laki-laki pada sebuah lembaga, organisasi, perusahaan, dan sebagainya. Jabatan di sini sifatnya sudah pasti vertikal, ada atasan dan ada bawahan. Kenapa jabatan dikejar oleh seorang laki-laki? Karena uang seperti poin 1 di atas? Bisa juga. Tetapi ada laki-laki yang tidak mengutamakan uang dari pada jabatan. Justru ia rela menghabiskan banyak uang demi suatu jabatan. Seorang laki-laki bisa mendapatkan sebuah kehormatan dari jabatan. Jabatan yang tinggi biasanya akan memberikan kekuasaan yang lebih tinggi juga, mempunyai banyak bawahan yang siap diperintah, disegani, dilayani, menjadi terkenal, menjadi lebih diagungkan, dan sebagainya.
  3. WANITA. Hmm, kalau sudah punya uang banyak dan jabatan yang tinggi, saya pikir seorang laki-laki akan merasa sebagai manusia paling beruntung. Ternyata ada hal lain yang dikejer-kejar oleh seorang laki-laki, wanita. Hampir semua laki-laki akan merasa kurang puas jika tidak mendapatkan wanita idamannya. Celakanya, tidak sedikit pula laki-laki yang menganggap wanita harus didapatkan dengan cara apapun. Sampai-sampai uang dan jabatanpun dipertaruhkan. Tanpa wanita hidup seorang laki-laki tidak akan bermakna.

Well, dari 3 hal tersebut, bagian mana yang Anda kejar jika Anda seorang laki-laki?

Postingan ini bukan bermaksud untuk memojokkan bahkan melecehkan gender tertentu. Tapi, saya hanya ingin memberikan sebuah refleksi dan ingin mengajak untuk sama-sama berpikir sejenak tentang kondisi yang telah terjadi di negara kita. Ada yang menganggap korupsi itu hal biasa karena sudah sering terjadi. Ada yang menganggap saling menjatuhkan demi sebuah jabatan itu hal yang lumrah dalam panggung demokrasi, dan masih banyak yang menganggap selingkuh itu hal yang biasa karena selingkuh itu indah. Karena kebiasaan yang menganggap biasa itulah kita menjadi biasa-biasa saja. Bayangkan saja seorang yang punya pengaruh cukup besar di negara ini, orang yang harusnya memberikan optimisme yang lebih tinggi kepada masyarakat tentang kehidupan yang aman dan tentram, orang yang harusnya memenjarakan para tikus-tikus birokrat, kini harus meringkuk di penjara. Kalau saja karena kasus korupsi, saya tidak akan tahu lagi akan percaya pada lembaga yang mana.

Terlepas dari benar atau tidaknya perselingkuhan antara Rani Juliani (caddy golf) dengan Antasari Azhar (Ketua KPK nonaktif) yang diberitakan media, hal yang tersirat yang mungkin bisa kita petik adalah bahwa kasus yang telah merenggut nyawa seorang laki-laki yang punya jabatan tinggi yang sangat mungkin punya uang banyak, ada kaitannya dengan wanita. Makanya bang, jangan mentang-mentang punya jabatan dan uang maka segalanya bisa didapatkan. Jangan pulalah menganggap wanita hanya objek yang bisa didapatkan dengan jabatan dan uang itu. Nanti susahlah kita..!!!

Sekali lagi untuk kita semua…

Jangan benarkan karena biasa, tetapi biasakanlah yang benar…hehehehehe

5 Comments

  • HelNes Reply

    @arifudin:
    betul sekali..supaya kita gak rugi sendiri

    @tanahsirah:
    kalau itu sih wanita butuh pria mbak..berarti wanita n pria itu slaing membutuhkan.

    @itempoeti:
    2 jempol deh untuk komen Anda. Kalau kita memerplakukan ketiganya bukan krn nafsu belaka, maka masalah akan jauh dari kita

    @suryaden:
    dan setelah kembali ke diri masing-masing, kita harus merperlakukannya secara bijak, biar gak menimbulkan masalah. makasi ya mas kunjungannya..

  • suryaden Reply

    iya, semuanya kembali pada masing-masing pribadi yang melakoninya…

  • itempoeti Reply

    Seperti halnya kehidupan yang serba dua unsur, layaknya koin mata uang dengan dua sisi yang berbeda.., siang-malam, panas-dingin, gelap-terang…; ketiga hal tersebut juga memiliki dua muka.

    Bisa menjadi kelemahan sekaligus bisa menjadi kekuatan… Yang membedakan adalah bagaimana kita memposisikannya.

    Harta/uang adalah sarana bukan tujuan…
    Tahta/jabatan adalah peran, fungsi dan tanggung jawab…, bukan kekuasaan…
    Wanita adalah penyempurna bagi laki-laki…, bukan obyek sex…

    Toch pada akhirnya semua terpulang pada sejauh mana kita bisa memaknai ketiga hal tersebut…

    Tabik… :)

  • tanahsirah Reply

    Ketiga poin diatas patut dan wajib kiranya dimiliki pria, tapi kalau wanita gimana ya? Ngak mungkin wanita butuh wanita he…he…

  • arifudin Reply

    ya 3 hal tersebut memang harus kita (sebagai laki2 khususnya) perlakukan secara bijak, agar tidak terjadi yang marak seperti saat ini ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.