Pulang Kampung

Tanggal 26 Agustus 2011 saya berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Lion Air menuju Medan. Pesawat yang saya tumpangi memang tergolong besar. Saya lupa tipenya. Yang saya ingat pesawat tersebut mempunyai 2 lantai. Barisan tempat duduk di dalamnya adalah 3 di kiri, 5 di tengah, dan 3 di kanan. Terbayangkan besarnya? Pesawat yang pernah saya tumpangi hanya 3 di kanan dan 3 di kiri.

Dari Bandara Polonia Medan, perjalan menuju desa saya masih cukup panjang. Desa Hajoran, Kec. Sei. Kanan, Kab. Labuhan batu, yang merupakan kampung halaman saya, masih sekitar 8-9 jam perjalanan darat lagi dari medan. Sebenarnya jarak dari Pekan Baru ke desa saya hampir sama dengan jarak dari Medan ke desa saya. Tetapi saya memilih mundur dari Medan karena sekalian ingin bertemu teman lama di sana.

Saya kemudian melanjutkan perjalan menggunakan kereta api menuju Rantau Prapat, ibu kota Kab. Labuhan Batu Utara (Dulu adalah ibu kota Kab. Labuhan Batu yang kemudian mengalami pemekaran menjadi 3 kabupaten, yaitu Lab. Batu Utara, Lab. Batu Tengah, dan Lab. Batu Selatan. Desa saya masuk ke dalam Lab. Batu Selatan). Saya sampai di Rantau Prapat keesokan harinya setelah menempuh kurang lebih 6 jam perjalanan. Setelah istirahat sejenak di kontrakan adik laki-laki saya, perjalanan saya lanjutkan menggunakan bis Batang Pane. Di sini saya mulai merasakan suasana nostalgia yang lebih kental karena dulu sewaktu sekolah di SMA Plus Rantau Prapat, saya selalu menggunakan bis ini jika pulang kampung. Bahkan saya sempat menulis status Facebook sewaktu di bis.

Status FB saya saat di Batang Pane

Ternyata setelah diingat-ingat, saya sudah 3 tahun tidak pulang kampung, bukan 2 tahun seperti yang saya tulis di status FB tersebut. Waktu memang sudah sangat lama berlalu  (H). Saya tiba di desa Ranto Jior disambut bapak dan adik saya paling kecil. Sampai dirumah, mamak saya menyambut dengan pelukannya..hehehe..Menyenangkan sekali waktu itu. Bisa kumpul dengan keluarga lagi. Meskipun tahun 2010 kemarin ortu saya datang ke Surabaya waktu saya wisuda, jauh lebih berasa ketika bertemu di rumah sendiri. Bahkan, kakak saya juga menyusul datang dari Jakarta dan tiba pada hari Minggu. Begitu pula adik saya yang di Rantau Prapat tadi. Lengkap sudahlah pertemuan kali ini..Terima kasih Tuhan  :-). Seperti biasa, kami saling berbagi cerita sambil menyantap panggang..Hahahaha.

Kerjaan saya selama dirumah benar-benar membuat hati senang dan badan gemuk. Tiap hari makan masakan enak buatan Bapak dan Mamak saya. Makan durian, daging B2, main musik, nonton, dan sesekali bantu Bapak kerja di kebun sawit belakang rumah…hmm…sangat-sangat perfect kebahagiaan itu. Tapi kalau soal makan durian, Mamak saya juaranya..hahaha..Bapak dan Kakak saya tidak terlalu suka meskipun masih mau mencicipi. Berbeda dengan adik-adik saya yang sama sekali tidak mau menyentuh. Jadilah saya dan Mamak menyantap habis..hahahaha.

1 & 2 : Masakan ala Bapak saya. 3. Saya dan Kak Yanti makan durian
1 & 2 : Masakan ala Bapak saya. 3. Saya dan Kak Yanti makan durian

Pertemuan dengan Teman Semasa SMP

Hari minggu tanggal 28 Agustus ’11, seperti biasa kami ibadah di HKPB Langga Payung. Di sana saya bertemu dengan beberapa orang yang memang saya kenal atau juga mengenal saya (berasa artis  (H)). Beberapa diantaranya adalah guru saya. Sesaat hendak meninggalkan gereja selesai beribadah, saya bertemu dengan mamak dari teman SMP saya dulu yang bernama Lidia Tanjung. Waktu itu saya hanya minta titipkan salam untuk dia.

Mamak di depan Gereja HKBP Langga Payung (love you so much mom)

Sepulang gereja, saya sempatkan untuk mengunjungi SMP saya dulu yang tidak jauh dari gereja tersebut bersama adik perempuan saya.

Saya di depan SMP saya dulu

Tidak disangka bahwa salam saya ke Lidia Tanjung disambut dengan kedatangannya ke rumah saya bersama dengan teman kecil saya yang pernah bertetangga dengan keluarga saya dulu. Lidia datang bersama Hendri Hutabarat. Hendri ini punya kembaran bernama Hendra yang kabarnya sudah menikah dan punya 1 orang putri (senangnya  :-)). Hendra tidak ikut waktu itu. Saya sempat tidak mengenali Hendri karena badannya tidak sekecil dulu. .hahahaha..Setelah saya amati lebih dekat barulah saya ingat. Senang sekali bertemu dengan mereka berdua. Beberapa menit kemudian, teman SMP saya yang lainnya juga datang, Frans Herbet Sihombing. Saya pernah berantem dengan Herbet ini waktu kelas 3 SMP. Meskipun saya sempat memukulnya dan dia melempar saya, tapi itu membuat kami semakin akrab..hahahaha..ono-ono wae.. :-D. Disini saya sempat menanyakan kabar teman-teman yang lain ke mereka, termasuk di antaranya Indah Sihombing (ehem..ehem (H) )

Kebersamaan itu tidak segera berhenti. Malamnya kami lanjutkan dengan kumpul-kumpul di rumah Herta Panjaitan di Sabungan. Kami sempat membeli 5 buah durian. Tapi sialnya 2 buah tidak sengaja saya jatuhkan di jalan  ;-(. Makan durian semakin lengkap karena ditambah dengan “susu” alias tuak yang dioplos dengan bir. Meskipun “tarikan” alkoholnya masih kurang, paling tidak itu sudah bisa mengobati kerinduan dengan minuman khas orang Batak ini..hahahahaha.

1.Lidia. 2.Herta. 3.Susu + Durian. 4.Herbet. 5.Hendri

Sepanjang malam itu kami saling berbagi cerita (sambil minum (B) ) hingga akhirnya kami berencana datang ke rumah Indah Sihombing keesokan harinya. Saya sangat senang sekali dengan rencana itu  (H).

Keesokan harinya kami berangkat ke rumah Indah. Kali ini kami bersama Jimmy Purba yang juga teman akrab saya waktu SMP dulu. Eitss..sebelum berangkat foto-foto dulu  😀

Siap-siap berangkat ke rumah Indah Sihombing

Tapi sayang sungguh sayang, saat kami tiba, ternyata Indah tidak ada karena belum pulang dari Pekan Baru  ;-(. Niat mau memberi surprise tapi kami yang terkejut. Sedih rek  ;-(. Akhirnya saya hubungi dia lewat telp. Setelah sekian tahun saya akhirnya mengetahui kabarnya. Orang yang cukup spesial sejak SMP dulu. Sempat saya berpikir kalau dia sudah menikah..hehehehe..Itu membuat saya berhenti mencari tahu kabarnya. Ternyata Lidia berkata lain. Indah sejak lama mencari-cari kontak saya dan menanyakan kabar saya. Aneh, padahal saya cukup terkenal se Indonesia dan sekitarnya ya…wkwkwkwkw..Puji Tuhan, akhirnya kami berhubungan lagi dengan suasana yang berbeda meskipun masih sebatas jaringan 2G dan 3G dari HP GSM..halah..Katanya saya memang berbeda jauh. Semasa SMP dulu saya memang cukup pemalu kalau berhadapan dengan cewek.

Lanjut….kami tidak langsung pulang sehabis dari rumah Indah. Kami singgah di sebuah warung. Disini kami menyantap minuman “susu” lagi dengan tambul kali ini adalah telur dadar..hahahaha..Saya minum kali ini bukan karena putus asa ya tidak bisa bertemu Indah..hehehehe..

Jimmy Purba dan Sejumlah Tuak..hahahahaha

Acara kumpul-kumpul kami masih ada beberapa lagi. Kami sempat memanggang ayam di ladang Herbet, kemudian kumpul lagi di rumah Lidia. Sewaktu di rumah Lidia, teman SMP saya yang lain juga datang. Hamdani namanya. Teman saya ini terkenal sebagai preman sekolah dulu. Tapi sekarang sudah menikah dan sepertinya sudah bertobat. hahahaha…

Kembali Pulang ke Tangerang

Setelah seminggu menikmati liburan dan melepas kangen dengan orang tua, adik, dan teman-teman, saya memutuskan untuk kembali ke Tangerang. Sebelum berangkat pulang saya sempatkan mengunjungi opung (nenek) saya tercinta yang tinggal satu-satunya dari Mamak saya. Nama desa opung saya itu Rihninggol. Di desa inilah Mamak saya lahir dan dibesarkan. Sebenarnya di desa ini jugalah saya dilahirkan. Saya berangkat hari sabtu tanggal 3 September 2011 sekitar pukul 9 pagi. Saya berangkat menggunakan sebuah bis CV. Karya Agung yang berjenis Elf. Bis Elf ini biasanya melewati desa Rihninggol tersebut. Tapi karena hari saya sial atau memang karena bis tersebut menjadi luar biasa, perjalanannya sangat lambat, bis sempat mengalami ban bocor di Rantau Prapat, dan parahnya bis tidak melewati rute desa Rihninggol. Saya diturunkan di daerah Pardagangan yang masih cukup jauh dari Rihninggol. Saya memang pernah melewati daerah ini tetapi saya masih cukup buta dengan daerah tersebut. Saya akhirnya memutuskan untuk naik angkot. Sialnya lagi, angkot ini ngetem sampai hampir 2 jam..hadddooohh..stres kalau ingat hari itu. Akhirnya saya sampai di desa opung saya malam hari. Perjalanan biasanya hanya menempuh kurang lebih 7 jam, hari itu saya menempuh 11 jam. Paraaaah… (N).

Bersama Opung Tercinta se Indonesia & Sekitarnya

Perjalanan saya selanjutnya adalah ke Pematang Siantar. Saya berangkat hari Minggu bersama opung. Di sana saya mengunjungi tulang (paman) saya yang merupakan adik kandung laki-laki Mamak saya satu-satunya. Malamnya saya sempatkan untuk membeli oleh-oleh berupa Bolu Ganda yang terkenal dan khas Pematang Siantar. Barulah hari Senin tanggal 5 September 2011 saya berangkat ke Medan. Perjalanan kali ini memakan waktu sekitar 3 jam dengan menggunakan bis INTRA. Diperjalanan bis kami hampir mengalami kecelakaan. Bis sempat nyerempet sisi kanan sebuah truk Fuso ketika hendak memotong jalannya. Dasar memang supir bis INTRA ini orang Batak, dia tidak terima ketika kaca spionnya rusak karena serempetan itu. Padahal jelas itu kesalahannya karena memotong di jalur sempit. Penumpang sudah berteriak-teriak agar supir melanjutkan perjalanan dan bukannya berkelahi. Tiba-tiba beberapa truk Fuso datang dan menghapiri kedua supir yang sedang berkelahi mulut. Suasana waktu itu cukup menegangkan. Puji Tuhan, perkelahian tidak dilanjutkan dengan adu jotos. Perjalanan dilanjutkan. Ditengah-tengah cemoohannya, supir INTRA tersebut sempat mengaku bahwa kaca spionnya sebenarnya sudah rusak terlebih dahulu sebelum nyerempet truk Fuso tadi. Dasar breng**k.

Sesampai di Medan, saya bertemu lagi dengan adik laki-laki saya yang beberapa hari yang lalu memang sudah duluan jalan-jalan ke Siantar dan Medan. Nih anak memang berkaki panjang..hahahaha..Kami sempatkan membeli Bolu Meranti yang khas Medan dan tokonya hanya ada 1 di Indonesia dan sekitarnya. Di bandara saya ditemani adik saya itu.

Penerbangan saya pukul 12 siang dengan menaiki Lion Air. Lama-lama bosan juga naik pesawat ini  :-D. Saya tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul satu lebih. Saya sampai di kost di BSD Tangerang sore harinya.

AKU PASTI KEMBALI

10 Comments

  • toko batik Reply

    Kalau saya mah, tertarik dengan durennya itu. hehehehe

  • blazer korea Reply

    haduh liat cerita agan senang sekali rupanya bisa pulang kampung,, dan yang paling asyik makan duriannya tuh… ane suka sekali ma durian, tapi sekarang dubatasin bang, maklum kena kolesterol bang… kalo pulang kampung ane paling demen makan makanan khas daerah ane.. namanya kupat blengong… belum pernah tho gan? besok ane critain gan…

  • adam gm Reply

    perjalan anda sangat terunyu mengigatkan saya di masa lalu, perjalanan hidup saya hampir sama dgn anda cuma sedikit berbeda, saya puja kusuma putra aek paing b 1. saya mennigalkan kampung halaman dari dari tahun 1989 menuju batam, sampai 1994 lalu saya coba merantau ke jakarta, thn1996 saya sempat plg selama 4hari di rumah, lalu saya melanjutkan perjalan lagi coba merantau ke bali, sampai 1998 dan melanjutkan perjalanan balek ke jakarta sampai th.2006 dan mencoba melanjutkan perjalan lagi ke daera muara bungo jambi, sampai sekarang, blm perna lagi pulang kampung rasa rindu kagen orang tua adik, saudara, dan temen-temen satu perjuangan mdh2han ada salah satu temen yg membaca fb saya ini tlg hub ke no hp. 081366007780 trimks.

    • nestoriko

      Pujakesuma= Putra Jawa Kelahiran Sumatera ..Salam kenal Om. Ternyata kita memang sm2 punya jiwa perantau..klw merantau mmg jalan utk mencapai cita2 mk mmg hrus merantaulah..:)..Moga bisa lekas ketemu dgn sanak saudara n handai tolan ya Om..

  • Lestari Reply

    aku Juga org Rihninggol.aku Kira td siapa gak tahunya opung yang itu.hihiiiii….Cerita’a bagus walaupun singkat tp bisa menilai sosok yg menulis.GBU

    • HelNes

      bah..horas lah :D..kenal berarti sama opungku ya?

  • John Murdock Reply

    tadinya lagi asyik search soal susu buat survive di jalanan, ternyata kesasar dimari, tp oke juga (Y) , banyak pengalaman rupanya 😉 hehehe…salam kenal (H)

    • HelNes

      kalau “susu” yang saya maksud dsni malah bikin gak survive di jalan :D..hahahaha

  • yanti Reply

    bah,,jelek kali poto opung itu,,bagusa yg ada dialbumku dek

    • HelNes

      kirimlah kak..hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.