Menuju Ruang Masa Depan Baru (1)

Banyak yang bilang hidup itu pilihan. Memang ada banyak makna yang tersirat dari perkataan itu. Tapi bagi saya hidup sebuah keharusan. Keharusan untuk disyukuri dan dinikmati. Termasuk ketika saya menjadi seorang engineer di LG Electronics Indonesia. Meskipun akhirnya harus mengakhirinya, tapi banyak rasa syukur ada disana dan banyak kenikmatan yang bisa saya cicipi.

Setelah menyelesaikan kontrak kerja saya selama setahun LG, saya memang memutuskan untuk keluar. Keputusan itu keluar sebelum saya pulang kampung saat libur lebaran Agustus 2011 kemarin. Namun, sebelum lanjut menuju cerita kemana saya selanjutnya, saya akan ceritakan hal apa saja yang membuat saya sangat menikmati kehidupan disana dan kenapa saya harus meninggalkannya.

Rencana Indah Tuhan

Momen ketika diterima kerja di LG memang sangat membanggakan bagi saya. Meskipun LG bukan perusahaan BUMN, tapi LG punya branding yang sangat bagus. Bahkan ketika saya masuk pertama kali, LG menempati posisi ketiga perusahaan multinasional bidang elektronik di dunia dan sekarang sedang menuju No. 1 Dunia. Produk LG ada dimana-mana dengan kualitas tinggi, teknologi handal, dan harga yang terjangkau (*promosi mode on). Saya pikir kita semua sudah tahu tentang kehebatan perusahaan Korea Selatan itu..hehehehehe..

Awalnya saya memang hanya ingin mencoba mearasakan proses rekrutmen karyawan perusahaan. Waktu itu saya melihat-lihat di mading SAC (Student Advisory Center) ITS lowongan-lowongan yang cocok dengan kualifikasi saya. Beruntungnya waktu itu LG menerima mahasiswa yang sudah lulus tugas akhir meskipun belum mendapatkan ijasah dan transkrip nilai. Mungkin keinginan untuk mencoba-coba itu juga mengandung campur tangan Tuhan :D. Di mading itu memang hanya perusahaan LG yang terbaik menurut saya dan jadwal penerimaannya belum expired. Dengan bermodalkan hasil print transkrip nilai saya dari SIM (Sistem Informasi Manajemen) Akademik ITS yang memang belum update, surat lamaran, dan tentunya modal nekat, saya masukkan aplikasi saya melalui SAC. Bahkan, pas photo yang saya berikan waktu itu diambil menggunakan kamera HP LG KU990 (H) . Saya memasukkan aplikasi di hari terakhir, tanggal 30 Juli 2010.

Lowongan LG yang ditempel di mading SAC ITS

Saya memutuskan untuk melamar posisi New Development Supervisor yang meskipun saya belum tahu jobdesc-nya  :-D. Itu semata-mata karena posisi tersebut paling cocok dengan bidang dan hobi saya di teknik industri. Beberapa hari setelah itu, saya diundang untuk mengikuti proses seleksi pertama, yaitu psikotest.

Proses rekrutmentnya cukup cepat, hanya sekitar 3 minggu. Tahapan-tahapan testnya berikut ini:

  1. Administrasi (di SAC ITS)
  2. Psikotest (gedung perpustakaan ITS lantai 2)
  3. Wawancara HRD (gedung perpustakaan ITS lantai 2)
  4. Wawancara User (gedung perpustakaan ITS lantai 2) –> yang awalnya saya pikir adalah user, ternyata yang menguji saya waktu itu adalah top manajement yang menjadi manajer saya di LG.
  5. Medical Check Up (di klinik Prodia Jl. Bogowonto No.14, Surabaya)
Yang menarik waktu itu adalah ketika saya tahu bahwa salah satu HRD-nya adalah orang Batak. Semoga saja diterimanya saya bukan karena ada unsur kolusi atau hanya sekedar vested interest. Tetapi ada pula momen yang cukup memalukan. Pertama, posisi duduk saya agak miring. Itu membuat user menegur saya. Parahnya sampai 2 kali. Mungkin kebiasaan nyantai atau orang Jawa bilang slenge’an.. hahahaha..Kedua, bahasa Inggris saya yang belepotan…hihihihihi. Interview user awalnya berjalan menggunakan bahasa Inggris. Tetapi lama-kelamaan saya mulai kesulitan merangkai kalimat demi kalimat untuk menjawab pertanyaan user tersebut. Alhasil, saya ijin untuk menggunakan bahasa Indonesia..hahahaha..Ketiga, saya sempat tidak mampu menjawab 1 pertanyaan teknis yang sebenarnya sangat penting untuk melihat kemampuan saya, yaitu “kenapa kulkas bisa dingin”. Ntah karena saya terlalu bodoh atau lugu, saya jujur saja dan bilang “maaf pak, saya tidak tahu”…hihihi..memalukan yak? Tapi, di akhir-akhir user tersebut justru lebih banyak bicara. Dia menceritakan tentang departemennya termasuk struktur organisasinya. Kemudian dia bertanya dibagian mana saya ingin ditempatkan. Belakangan saya ketahui bahwa pertanyaan itu bisa jadi tanta-tanda kalau kita diterima olehnya.
Setelah sempat H2C (harap-harap cemas. red), finally, saya dipanggil untuk sign contract dan sekaligus hari pertama masuk kerja tanggal 30 Agustus 2010. Saya ditempatkan di departemen R&D (Research & Development) di bagian Product Management Part.
Bersama beberapa teman seangkatan di LG. Saya kedua dari kiri
Aktivitas selama 2 bulan pertama adalah in class & on the job training (OJT). Kisah hari pertama itu pernah saya ceritakan sebelumnya disini. Masa-masa awal training, saya dibuat takjub oleh kehebatan perusahaan tersebut. Mulai dari teknologi yang digunakan, proses bisnis mulai dari marketing research, development, produksi, sampai penjualan. Terlebih lagi departemen R&D bisa dikatakan adalah gudang ilmu dan tempat penyimpanan “resep” produk refrigerator LG di Indonesia. Aktivitas Sebagai Project Leader Level seorang sarjana di LG Electronics Indonesia saat pertama kali masuk adalah supervisor. Di departemen R&D ada cukup banyak supervisor dan bisa dikatakan paling banyak jika dibandingkan dengan departemen lain. Bahkan, kebanyakan dari kami berasal dari kampus negeri yang cukup ternama di Indonesia..(*sombong dikit :D). R&D dibagi menjadi beberapa bagian yang biasa disebut section atau part.
  1. Product Development. Bagian ini bertugas sebagai perancang produk. Merekalah yang empunya drawing dari hampir semua komponen produk. Biasanya kemampuan CAD (Compute- Aided Design) dan CAE (Computer- Aided Engineering) mereka sangat tinggi.
  2. Quality Engineering. Bagian ini biasanya melakukan analisis kualitas terhadap produk maupun komponen-komponennya. Termasuk pula melakukan perbaikan-perbaikan komponen untuk mengurangi cacat produk.
  3. Module 1 (cycle). Bagian ini bertanggung jawab terhadap komponen-komponen yang berhubungan dengan permesinan kulkas, seperti kompresor, evavorator, pipa kapiler, dan lain-lain.
  4. Module 2 (electric). Bagian ini bertanggung jawa terhadap komponen-komponen yang berhubungan dengan kelistrikan dan elektronika kulkas, seperti PCB, kabel, lampu, program, dan lain-lain.
  5. RP (R&D Planning). Kebanyakan tugas bagian ini adalah membuat agenda kegiatan yang berhubungan dengan R&D, termasuk pula training, gathering, culture, dan lain-lain.
  6. Cost Innovation (CI). Bagian ini bertugas untuk mencari ide penghematan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas..hohohoho..sangat berat :D.
  7. Product Management. Di bagian inilah saya ditempatkan. Setiap orang punya tugas yang berbeda namun ada yang mirip. Ada yang bertugas membuat Bill of Material (BOM), bertanggung jawab terhadap komponen printing, dan juga sebagai project leader seperti saya. Tugas project leader disini adalah bertanggung jawab sebagai PIC (person in charge) yang mengelola permintaan dari buyer yang dalam hal ini adalah negara-negara pengimpor produk LG dari Indonesia. Setiap project leader memegang beberapa buyer mulai dari negara di Eropa, Middle East, Asia, Afrika, dan lain-lain. Saya secara khusus memegang buyer dari beberapa negara di Middle East setelah sebelumnya sempat pula memegang buyer dari negara Afrika. Beberapa tugas saya antara lain:
    • Melakukan analisis dan pelaporan profit per periode tertentu. Biasanya tiap bulan atau juga sesegera jika dibutuhkan.
    • Melakukan pengembangan (development) produk. Ini yang cukup sulit. Sebagai contoh, jika Iran mengorder produk kulkas dengan spesifikasi a, b, c, dan sebagainya, maka saya sebagai project leader bersama dengan beberapa orang dari bagian terkait (standar, produksi, marketing, module, dll), harus memikirkan komponen apa dan bagaimana saja yang harus dikombinasikan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan buyer Iran tersebut. Disini saya harus melakukan analisis QCD (Quality, Cost, Delivery). Quality berkaitan dengan bagaimana produk ini bisa memenuhi spesifikasi dan kualitas yang diinginkan konsumen. Cost berkaitan dengan biaya yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut termasuk pula biaya development-nya. Sementara delivery berkaitan dengan jadwal development dan kapan produk biasa di produksi secara massal (mass production). Sebelum melakukan pengembangan produk, saya harus tahu juga mengenai standardisasi negara yang bersangkutan. Kebanyakan buyer yang saya pegang memang dari negara standard. Disinilah ditentukan item test apa saja yang diperlukan, standard yang harus dipenuhi, dan prosedural mendapatkan lisensi agar produk bisa dipasarkan disana. Hal ini jugalah yang menentukan jadwal development. Tahap awal ini biasanya disebut project planning. Mirip seperti membuat proposal event. Saya biasanya mempresentasikan ke hadapan para top management. Tahap selanjutnya adalah Design Verification. Pada tahap ini, dilakukan pengetesan produk untuk melihat dan menganalisis desain yang terbaik untuk produk tersebut agar memenuhi spesifikasi yang diinginkan oleh buyer. Jika hasil test sudah sesuai dengan standard dan spesifikasi yang diminta, maka model baru tersebut boleh di produksi secara massal. Waktu yang dihabiskan untuk development produk baru biasanya beragam. Yang paling banyak menghabiskan waktu adalah tahap design verification. Terutama jika negara buyer adalah negara yang sudah menerapkan standardisasi tinggi mulai dari standard energi, safety, dll. Sayangnya negara kita belum punya standardisasi yang baik sehingga banyak produk elektronik yang sebenarnya boros, tidak aman, dan tidak bermutu masuk ke Indonesia  ;-(. Sebenarnya 3 tahap itu cukup sederhana. Tergantung pada tingkat pengembangan (grade development). LG sendiri mengklasifikasikan development ke dalam beberapa tingkatan (grade), bergantung pada tingkat perubahan yang terjadi. Biasanya proses development ini disebut sebagai NPI (New Product Introduction).
  8. Tim kerja, yang merupakan gabungan dari beberapa anggota dari tiap section  di R&D dan juga dari departemen lain.
Memang Tempat yang Menyenangkan
Kalau boleh jujur, pekerjaan sebagai project leader cukup berat. Itu bukan pekerjaan orang kantoran yang sehari-sehari berkutat dengan tugas yang repetitif apalagi hanya sekedar input data seperti seorang PNS di kantor kepala desa. Bukan pula sekedar pekerjaan operator yang hampir 100% mengandalkan tenaga dan tidak perlu berpikir keras. Tapi kami yang bertugas di R&D khususnya bagian Product Management Part  adalah orang-orang yang harus bisa berpikir secara system thinking dan harus mau juga turun ke lapangan (line produksi). Tapi itulah kenikmatannya. Pekerjaan yang mengharuskan berada di depan komputer bukanlah pekerjaan yang repetitif sehingga tidak membosankan. Pekerjaan yang dilakukan sekarang belum tentu harus dilakukan juga besok. Bisa bulan depan atau pada projek selanjutnya. Selain itu, aktivitas di line produksi sebenarnya membuat variasi pekerjaan semakin banyak. Itung-itung olahraga..hehehehe.
Variasi pekerjaan itu hanya sebagian dari banyak hal yang menyenangkan di R&D. Saya mempunyai bos-bos R&D yang low profile, ramah pada karyawan, mau berbaur dengan anggotanya, bahkan mau terjun langsung ke lapangan untuk membantu karyawan. Part head saya bernama Ronny Wibisono. Lulusan dari Universitas Brawijaya. Selama saya bekerja di LG, saya sama sekali tidak pernah melihat dia marah kepada siapa pun. Aneh? memang seperti itu kenyataannya. Di atasnya ada group head yang bernama Tri Sudarmanto. Anda pernah menemukan top menagement mau mengelap meja meeting? Bos saya ini tidak pernah sungkan melakukannya dan tidak perlu menunggu cleaning service datang. Di atasnya adalah manajer R&D, Darwanto. Lulusan dari UGM. Beliau yang menjadi interviewer sewaktu saya test LG. Anda akan selalu disapanya setiap bertemu. Bahkan beliau yang akan duluan menyapa.
(Yang duduk dari kiri) Pak Ronny, Pak Tri, Pak Darwanto
Berbicara mengenai welfare (kesejahteraan) memang sedikit subjektif karena sebagian orang merasa kurang, ada yang bilang cukup, ada pula yang berpikir itu sudah berlebih. Kalau dirata-rata, mungkin tiap bulan bisalah membeli iPhone 4 baru dan masih ada sisa untuk nabung..hahaha..Tapi mendapatkannya memang butuh ketahanan untuk rajin lembur. LG memang dikenal sebagai perusahaan yang Lemburannya Gede.. hehehehe. Khusus R&D, mendapatkan pula kost gratis selama menjadi karyawan kontrak. Menurut saya, kamar yang saya tempati sekarang sudah mewah, luas, dan lengkap. Hanya perlu bawa badan dan baju saja. Tiap hari ada bis antar jemput yang nyaman dan ber-AC. Bahkan masih diberi pula tunjangan transportasi dan makan siang dan malam gratis. Gaji yang diterima tiap bulan benar-benar bersih. Dan yang lebih hebat lagi adalah fasilitas kantor. Space untuk 1 orang sangat luas (setelah saya bandingkan dengan ruangan dibeberapa perkantoran). Komputernya juga memiliki spec yang sangat tinggi karena khusus untuk engineer. Training juga sangat beragam dan banyak. Saya sampai bingung mau ikut yang mana..hahahaha.
1. Sibuk di line produksi (sok kuat). 2. Ciri-ciri engineer : selalu membawa alat pelindung diri. 3. Di depan meja kerja. 4. Foto narsis di depan sample. 5. Agus S lagi review BOM
Training yang pertama kali saya ikuti (selain OJT) adalah INOS (Innovation School) yang dikhususkan untuk karyawan baru. Mungkin semacam ospek lah. Selama 5 hari kami diharuskan menginap di pabrik. Disini benar-benar dibekali pengenalan tentang LG.
Aktivitas INOS: 1. Di kelas. 2. Nyantai di kamar. 3. Membersihkan toilet (leader harus siap turun kebawa). 4. Makan bareng

Saya akui bahwa solidaritas di section Product Management sangat kuat. Kami selalu saling bantu sekalipun pekerjaan yang kami lakukan bukan masuk ke dalam job desc kami masing-masing. Solidaritas itu juga ditambah dengan rasa kekeluargaan yang terbawa sampai di luar perusahaan.

1.Badminton LG. 2.Family Day di Taman Safari Indonesia. 3. Makan di Waroeng Steak & Shake BSD. 4&6.Makan di Hanamasa. 5. Kumpul-kumpul di rumah Pak Novi HN. 7.Nonton Bareng di WTC BSD. 8.Makan di Pizza Hut BSD

Meninggalkan Zona Aman

Semasa training 2 bulan pertama, sudah muncul sebuah pertanyaan di kepala saya. Mengapa banyak yang memilih resign dari LG khususnya dari departemen R&D? Ketika pertama kali memasuki ruangan R&D, terlihat jelas bahwa para karyawan disana masih muda-muda. Secara statistik median usia karyawannya kurang lebih berada pada 24-27 tahun. Dari sini bisa ditebak bahwa turn over karyawan pasti tinggi. Selama 2 bulan itu saya punya sebuah hipotesis. Tapi hipotesis itu tidak terbukti ketika saya mulai merasakan pekerjaan saya. Kalau di urutkan berdasarkan faktor yang paling berpengaruh, saya pikir kesejahteraan khususnya gaji adalah faktor No. 2 atau 3, atau 4, atau seterusnya, yang menyebabkan orang banyak memilih resign. Apalagi bagi saya seorang pria lajang yang tentunya pendapatan dari LG tersebut sudah lebih dari cukup.

Lalu apa faktor utama dan pertama serta faktor lainnya yang juga membuat saya mempertimbangkan untuk ikut mengakhiri zona aman itu (aman disini adalah aman finansial)? Faktor itu adalah kenyamanan dan rencana masa depan. Lama saya mencoba untuk melawan suatu hal yang menurut saya buruk dan semua orang tahu. Saya dan mereka juga tahu bahwa sebenarnya ini bisa diselesaikan. Sayangnya kebanyakan dari kami memilih untuk diam atau langsung menghilang. Ternyata segudang kenikmatan dan kenyamanan yang saya dapat di R&D tidak bisa mengimbangi ketidakberesan yang mengganggu performance saya dan rekan-rekan saya dari luar R&D. Saya mungkin terlalu sok pintar dan terlalu berani untuk bilang : “Tidakkah sebaiknya kita melakukan ini? Bukankah lebih baik ide seperti itu? Saya pikir mereka tidak semestinya melakukan itu. Atau, bisakah kita mendiskusikannya untuk kebaikan bersama? Dan seterusnya..dan seterusnya”. Terkadang “iklas” tidak berbeda dengan “menyerah pada keadaan”.

Permasalahan yang saya hadapi bukanlah permasalahan pribadi karena kami semua merasakannya. Hanya, tidak banyak rekan saya yang memilih untuk tidak apatis. Keputusan saya memang penuh dengan pergumulan dan butuh waktu yang sangat lama untuk mempertimbangkannya. Tapi karena keyakinan saya, pantang bagi saya untuk mundur apalagi menyesali.. :-).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.