Ketika Tinggi Disangka Kuat (Science)

Salah satu aktor yang menjadi favorit saya sejak kecil adalah Jackie Chen. Hal yang paling unik dari setiap aksi dari legenda film kungfu ini adalah kemampuan memanfaatkan kondisi dan sumber daya di sekitarnya sebagai alat bantu untuk menghajar para musuh.

Bekas gesekan pintu dan lantai

Ntah karena terinspirasi dengan Jackie Chen, jasa laundry yang biasa saya gunakan memanfaatkan kondisi pintu masuknya yang selalu bergesekan dengan lantai sehingga menimbulkan suara ngilu. Alasan mereka membiarkannya agar ketika mereka berada di ruang belakang, mereka bisa mengetahui kalau ada orang yang masuk. Padahal sepengalaman saya, mereka tahu kalau ada pelanggan yang datang jika sudah berteriak memanggil.

Lantas, apakah memanfaatkan suara ngilu oleh pihak laundry langganan saya tersebut untuk tujuan yang mereka maksud adalah tepat?

Mari kita bahas sedikit teori fisika mengenai bunyi yang pernah kita pelajari saat sekolah. Tapi tenang saja, ini bukan membahas rumus matematikanya.

Indera pendengar kita bisa merasakan adanya suara atau bunyi karena sumber bunyi menghasilkan getaran yang merambat melalui media (contoh: udara, air) dan sampai ke gendang telinga. Banyaknya getaran yang dihasilkan dalam satuan waktu disebut frekuensi (Hz). Manusia hanya mampu mendengar suara dengan rentang frekuensi 20 Hz – 20.000 Hz. Kemampuan manusia zaman dahulu untuk mempelajari fenomena frekuensi menghasilkan temuan yang dinamakan nada yang sekarang kita nikmati dalam bentuk musik dan lagu.

Gitar menjadi salah satu benda yang menghasilkan bunyi yang harmonis

Purwoko dalam penelitiannya yang berjudul BARISAN GEOMETRI DALAM TANGGA NADA DIATONIS dan dimuat dalam jurnal online http://ejournal.unsri.ac.id mencoba menghitung frekuensi dari deretan nada diatonik yaitu nada C sampai C’.

Frekuensi tangga nada

Dari penelitian tersebut bisa kita ketahui bahwa semakin tinggi frekuensinya, maka semakin tinggi pula nada atau bunyinya. Nilai  frekuensi dari nada-nada tersebut tidak mempengaruhi tingkat kenyaringannya. Bukan berarti semakin tinggi frekuensinya maka akan semakin terdengar. Yang mempengaruhi tingkat kenyaringan sebuah bunyi adalah kuat bunyi itu sendiri. Untuk mempermudah kita memahami perbedaan tinggi bunyi dengan kuat bunyi, mari kita perhatikan gambar gitar berikut. Bagi pembaca yang lebih suka mempelajari piano bisa menggunakan gambar piano sebagai ilustrasi.

Nada pada gitar dan piano

Ketika kita petik senar 3 (nada G) pada gitar atau menekan tuts G pada piano, bisa dikatakan bahwa keduanya sama-sama menghasilkan frekuensi sebesar 384 Hz. Sekarang jika kita petik senar 3 lebih kencang atau menekan tuts G pada piano lebih kuat apakah akan mengubah nilai frekuensinya? Yang berubah adalah tingkat kenyaringannya karena bunyi yang dihasilkan semakin kuat. Kuat bunyi ini secara umum dikenal dengan satuan desibel (dB). Ketika kita memetik senar atau menekan tuts piano lebih keras, pada dasarnya kita mengubah amplitudo dari bunyi yang dihasilkan oleh alat musik tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, amplitudo adalah jarak antara puncak gelombang bunyi dan titik rata-rata.

Amplitudo pada gelombang

Selain amplitudo, ada hal lain yang mempengaruhi kuat bunyi seperti jarak atau media perambatannya. Logikanya, semakin jauh dari sumber bunyi, maka kuat bunyi semakin berkurang sehingga semakin kurang jelas terdengar.

Kembali ke permasalahan yang muncul dari tempat laundry tadi. Menurut informasi yang saya dapatkan dari www.sciencedaily.com, dimana disebutkan sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Neuroscience menyimpulkan bahwa suara ngilu yang ditimbulkan oleh gesekan pintu dengan lantai itu memiliki frekuensi sekitar 2000 – 5000 Hz. Meskipun masih dalam rentang frekuensi suara yang bisa didengar oleh manusia (20Hz – 20.000 Hz), rentang frekuensi suara ngilu tersebut bisa menyebabkan gangguan kesehatan secara fisik dan psikis.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut bentuk bunyi dengan frekuensi tertentu, yang menggunakan Android bisa mendownload aplikasi bernama Simple Tone Generator secara gratis dari Google Play Store. Pembaca bisa merasakan pengaruh bunyi dengan frekuensi berbeda-beda terhadap pendengaran pembaca.

Simple Tone Generator – Aplikasi Frekuensi

Kesimpulannya, memanfaatkan suara ngilu dengan frekuensi yang tinggi untuk menyampaikan pesan kepada orang diruang belakang adalah kurang tepat. Sebaiknya pemilik laundry membeli bel sensor gerak untuk pintu yang akan menghasilkan suara nyaring ketika pintu dibuka. Saya cek harganya di Blibli.Com hanya sekitar Ro. 370.000.

Bel Sensor Pintu
Sumber gambar: pinterest.com | gallery.yopriceville.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.