Stres?

Sebenarnya sudah lama pengen curhat tentang ini. Sejak semester yang lalu. Tapi cerita ini terungkit lagi beberapa hari yang lalu. Saya pasti pernah cerita ya kalau saya sedang menempuh kuliah di salah satu kampus negerti di Surabaya, tepatnya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Bulan maret 2009, saya menelpon ortu saya. Pembicaraannya kira-kira seperti inilah:

Saya : “Mak, lagi ngapain?” Mamak : “Lagi duduk santai sama Bapak. Ada apa mang?” (Mang=panggilan sayang orang Batak untuk anaknya laki-laki) Saya :”Ohh, lagi stres aku mak” Mamak : “Kok bisa? Stres kenapa?” Saya : “Kawan-kawanku, udah ada yang lulus 3,5 tahun” Mamak : “Trus?” Saya : “Ya aku stres, harusnya aku bisa” Mamak : “Ini Bapakmu, bicaralah samanya” (terdengar pembicaraan mereka tentang saya yang lagi stres) Bapak : “Kok bisa kau stres gara-gara itu? Jangan terlalu dipikirkanlah. Pokoknya selesaikan, bisa tahun depan lulus?” Saya : “Ya streslah pak, makin lama aku kuliah makin banyaklah biaya” Bapak : “Macam yang hebat aja kau mikirkan biaya, mau 6 tahun, mau 7 tahun kau lulus gak masalah, yang penting selesaikan sarjanamu” Saya : “Ya udalah pak” Makak : “Iya, udalah, jangan lagi pikirkan. Matikanlah, habis nanti pulsa mamak” (sepertinya HP di-loudspreaker-kan) Saya : “(Jiahh..yang nelp siapa?) Iyalah mak. He..he..he..”

Saya sendiri berpikir, begitu mulianya Tuhan memberikan orang tua sesabar Bapak dan Mamak saya. Tapi saya memang masih memikirkan hal itu terus. Maklum, kami bukan dari keluarga yang tergolong mewah dan bergelimang harta. Saya selalu merasa menjadi beban. Bahkan, saya sering malu karena masih meminta uang kepada mereka. Kadang uang receh yang saya cari sendiri hanya cukup untuk membeli sedikit keperluan saya.

Tapi, saya mulai berpikir lagi kenapa saya telat, apa yang menyebabkan, apa kerjaan saya sampai tidak bisa lulus cepat. Saya sendiri sadar dan mengetahui secara detail jawabannya karena saya yang mengalami. Dari jawaban itu saya bisa tahu bahwa begitu banyak nilai yang saya dapatkan meskipun sedikit banyak “memakan” waktu dari jatah studi saya.

Karena jawaban itu juga bulan ini saya tidak stres. Tanggal 10 – 11 Oktober 2009 kemarin adalah hari wisuda untuk teman-teman 1 angkatan saya. Harusnya saya juga berada bersama-sama mereka karena tepat 4 tahun masa studi di ITS. Tapi itu tidak terjadi karena saya belum Tugas Akhir. Masak berani-beraninya minta wisuda. Ha3x.

Justru saya menikmati masa-masa seperti ini dimana saya harus berjuang ekstra demi menyelesaikan studi saya meskipun harus melewati masa standart. Karena saya yakin dan adanya rasa tanggung jawab, jadi saya harus merasa sanggup meraihnya. Halah..:).

Buat teman-teman 1 angkatan saya Teknik Industri ITS 2005, selamat ya atas wisuda teman-teman dan berhak menyandang gelar ST (Sarjana Teknik). Semoga cepat dapat kerja.

Buat teman-teman yang masih molor seperti saya, yuk kita berjuang terus, masih panjang waktu. Jatah di ITS 7 tahun. He3x.

“Pasti ada rencana indah Tuhan untukku”
Please follow and like us:

One Comment

  • hendriyono Reply

    Makasih ya bang..

    cepet lulus.. jangan nunda2 lagi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco