Wisata Hemat Ke Raja Ampat, Papua Barat

Sebagai surga dunia yang masih jarang terjamah, Papua menyimpan banyak tempat yang sangat indah. Salah satu gugusan “surga” tersebut yang wajib didatangi adalah Raja Ampat yang namanya sudah mendunia. Wisata utama di Raja Ampat bisa dikatakan wisata bawah laut (diving). Tapi kita juga bisa menikmati wisata pemandangan dan snorkeling yang sangat memuaskan.

Raja Ampat berada di propinsi Papua Barat tepatnya di area kepala burung Pulau Papua ( atau yang dulu disebut Pulau Irian). Pembaca bisa membuka Wikipedia untuk mengetahui lebih detail mengenai sejarah Raja Ampat.

Untuk sampai ke Raja Ampat, saya dan teman-teman terlebih dahulu menempuh perjalanan sekitar 45 menit dengan pesawat udara dari Manokwari ke Sorong. Dari Sorong, kami menunggu kapal Feri yang berangkat menuju Ibu Kota Raja Ampat. Sebenarnya ada 2 jadwal Feri dari Sorong ke Raja Ampat, yaitu pukul 9 pagi dan pukul 2 siang. Namun, pesawat dari Manokwari tidak ada yang tiba sebelum pukul 9 di Sorong sehingga kami terpaksa mengambil kapal yang berangkat pukul 2 siang.

Kiri: Siap-siap di pelabuhan menuju Raja Ampat. Kanan: Suasana di kapal express Sorong-Raja Ampat yang nyaman & bersih
Kiri: Siap-siap di pelabuhan menuju Raja Ampat. Kanan: Suasana di kapal express Sorong-Raja Ampat yang nyaman & bersih

Sesampainya di Raja Ampat, kami langsung menuju sebuah tempat yang bernama Waiwo Dive Resort. Resort ini menyewakan peralatan diving dan snorkeling untuk para pecinta wisata bawah laut. Disini juga terdapat beberapa cottage mewah yang menghadap ke pantai dan bisa disewa oleh wisatawan. Untuk pemandangan saya pikir masih biasa, seperti pemandangan pantai pada umumnya. Hanya saja karena tertata dengan baik menjadikan resort ini sangat cocok untuk tempat bersantai dan menginap. Saya dengar biaya sewanya mencapai sekitar 450 ribu per malam per kepala. :mewek Tentu ini bukan jadi pilihan untuk saya dan teman-teman. :malu

Kiri: Cottage di Waiwo. Kanan: Salah satu sudut pantai di Waiwo Dive Resort
Kiri: Cottage di Waiwo. Kanan: Salah satu sudut pantai di Waiwo Dive Resort
Akses masuk Waiwo Dive Resort
Akses masuk Waiwo Dive Resort

Untuk kuliner saya akui memang sangat enak. Wajar jika rasa ikannya nikmat karena tidak sulit mendapatkan ikan segar di Raja Ampat. Setelah makan malam kami langsung istirahat karena di Ibu Kota Raja Ampat sendiri tidak banyak tempat wisata yang bisa dinikmati. Kami juga harus mempersipkan fisik karena keesokan hari akan mengitari lautan Raja Ampat dengan sejuta pesona alamnya.  :beer:

Salah satu warung ikan bakar di Raja Ampat
Salah satu warung ikan bakar di Raja Ampat

Pagi hari kami berangkat pukul 6. Sempat molor sekitar 1 jam karena menunggu boat yang kami sewa. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pianemo. Tempat ini dikenal sebagai mini Wayag. Awalnya kami berharap bisa ke Wayag besar. Tapi kami mendengar kabar bahwa masyarakat setempat sedang melakukan pemalangan sehingga wisatawan tidak bisa masuk untuk melihat gugusan pulau-pulau kecil yang sangat indah. Selain itu, perjalanan kesana juga memakan waktu 5 jam sekali perjalanan. Karena kami tidak mau berspekulasi, lebih baik kami ke Pianemo saja dengan pemandangan yang menyerupai Wayag namun lebih kecil.

Meskipun perjalanan ke Pianemo memakan waktu hampir 3 jam tapi rasa bosan tidak terlalu menguasai badan karena sepanjang perjalanan kami bisa melihat pemandangan alam yang indah dan keasriannya sangat terjaga. Apalagi saat mulai memasuki wilayah Pianemo, air laut mulai tampak kehijauan dan berpadu dengan birunya laut. Ingin rasanya menyeburkan diri ke dalam air laut yang sangat bening tersebut.

Pemandangan sepanjang perjalanan ke Pianemo Raja Ampat
Pemandangan sepanjang perjalanan ke Pianemo Raja Ampat

Kami diharuskan melakukan registrasi (lebih tepatnya mengisi buku tamu) di sebuah cottage yang khusus mengelola Pianemo. Di tempat ini ternyata kami bisa melihat sekumpulan anak hiu yang liar. Di belakang cottage ini langsung terdapat pantai yang indah. Sungguh nikmat jika memliki dan tinggal di tempat seperti itu. Tapi saya khawatir saya akan merindukan tontonan di XXI sehingga mimpi itu saya simpan sementara waktu.hahahaha.

Kiri: Pantai di belakang cottage Pianemo. Kanan: Anak hiu yang berkeliaran di sekitar cottage
Kiri: Pantai di belakang cottage Pianemo. Kanan: Anak hiu yang berkeliaran di sekitar cottage

Kami melanjutkan ke sebuah tempat yang awalnya saya tidak tahu tujuannya. Saya berpikir kami ke Pianemo hanya keliling melihat air laut yang kehijauan. Saya juga merasa itu sudah sangat puas karena belum pernah saya melihat pemandangan seperti itu. Ternyata oleh pemandu kami diajak menaiki bukit yang cukup bisa mengeluarkan keringat. Miriplah dengan kegiatan hiking yang pernah saya lakukan. Dan…ternyata ada keindahan yang jauh lebih luar biasa dari yang saya bayangkan. Dari atas bukit tersebut kami bisa melihat hamparan pulau-pulau kecil yang dikelilingi air laut yang kehijauan. Keindahannya membuat bulu kuduk berdiri dan inilah potongan surga dunia yang sempat tersembunyi.

Kiri: Saya berpose dengan background Pianemo. Kanan: Pianemo tampak atas
Kiri: Saya berpose dengan background Pianemo. Kanan: Pianemo tampak atas

Jujur saya ingin menghabiskan hari di tempat ini. Tapi kami harus beranjak agar bisa mengunjungi tempat lain yang ditawarkan oleh pemandu. Tentu kami hanya meninggalkan jejak dan membawa banyak jepretan kamera.hehehe.

Tujuan selanjutnya adalah sebuah tempat yang biasa disebut ” Pasir Timbul “. Ceritanya tempat ini berupa bukit pasir yang berada ditengah-tengah laut. Namun, sepertinya timing kami kurang bagus sehingga saat kami berada disana air sedang surut. Alhasil tempatnya tidak terlihat seperti “pasir timbul” lagi.

Kiri: Pinggiran pasir timbul. Tengah: Harbert Ciawi. Kanan: Mizwar A. Siregar, saya, & Yusuf Maliki
Kiri: Pinggiran pasir timbul. Tengah: Harbert Ciawi. Kanan: Mizwar A. Siregar, saya, & Yusuf Maliki

Diakhir perjalanan, kami kembali ke Waiwo Dive Resort. Di tempat ini beberapa dari kami snorkeling. Sebenarnya pengen sekali diving. Mengingat kami belum mempunyai sertifikat diving maka tidak diperbolehkan untuk melakukannya. Sewa perlengkapan diving di resort ini sekitar Rp. 650.000 sekali diving.

Senja di Raja Ampat
Senja di Raja Ampat

Hari ketiga kami kembali pulang ke Sorong. Sorong termasuk kota yang hidup dan lebih maju dari Manokwari. Di Sorong sudah ada mall dan banyak tempat hiburan. Wisata kuliner juga sangat banyak. Ada tempat wisata kuliner yang terkenal dengan ikan bakar. Tempat ini biasa disebut ” Tembok “. Kalau boleh memilih, mungkin saya lebih suka berada di Sorong. Bisa lebih sering ke Raja Ampat.

Berikut tips agar bisa wisata ke Raja Ampat dengan hemat:

  1. Pesan tiket pesawat jauh-jauh hari.
  2. Pergi dengan banyak teman. Minimal 8 orang. Tujuannya agar bisa sharing biaya boat dan penginapan.
  3. Menginap ditempat yang terjangkau harganya. Referensi dari saya: Penginapan Najwa Indah. Alamat: Jl. Abdul Samad Mayor – Waisai. HP: 0854 4465 344. Fasilitas kamar AC dengan double bad (spring bad)+ extra bad, free internet dan sudah disediakan komputer, kamar mandi, dan ruang tamu. Harga sewa ; Rp. 450.000/hari.

Sebagai perbandingan, selama 4 hari wisata saya menghabiskan biaya hanya Rp. 2.1 juta-an sudah termasuk ongkos pesawat PP Manokwari-Sorong, tiket Kapal Feri PP Sorong-Raja Ampat, penginapan, sewa boat, dan makan selama di Raja Ampat dan Sorong.

Please follow and like us:

9 Comments

  • veliecia Reply

    Mas, sewaktu ke “mini wayang” itu share boats dengan orang lain atau sewa sendiri?
    kena harga berapa?
    thanks

  • Fauzi Reply

    Sewa boat ke Pianemo itu berapaan ?

  • erik Reply

    jadi kesini yang rencananya pengen traktir kami ded?

    • banditbatak Reply

      aku traktir makan lalapan kakap aj bang..hehehe

  • Harbert Ciawi Reply

    Top markotop broo next destination is misool haha

    • banditbatak Reply

      ayoo lae..mumpung masih di Papua.. :ngacir2

  • Andi Reply

    ….saya juga hanya orang biasa yang membiasakan diri membiasakan kebiasaan-kebiasaan diluar kebiasaan-kebiasaan orang-orang biasa….
    :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco