• Cara Belajar Piano Secara Otodidak

    Temukan beberapa trik mudah untuk bisa bermain piano tanpa seorang guru musik

    read more
  • Mencari Lowongan Kerja Terbaru Melalui JobStreet

    Salah satu cara mendapatkan beragam info lowongan kerja di perusahaan terkenal

    read more
  • Memasukkan Lamaran Kerja Melalui Internet

    Masukkan lamaran kerja Anda dengan cara yang lebih modern, cepat, dan mudah melalui media internet

    read more
  • Cara Menghilangkan Noda Pada Foto

    Hilangkan noda pada koleksi foto Anda dengan salah satu trik canggih namun mudah berikut ini.

    read more
  • Mencari Tahu Hari Kelahiran Anda

    Anda tahu hari apa Anda dilahirkan? Temukan jawabannya tanpa kalender atau alat yang canggih.

    read more

Jalan-Jalan Ke Bogor

Sebagian besar orang pasti menganggap bahwa kegiatan jalan-jalan ke Bogor hal yang biasa dan bukan sesuatu yang “wah“. Saya pun sudah biasa kesana. Tapi kali ini perjalanan kesana terasa lebih “wah” karena pergi bersama orang-orang yang cukup istimewa bagi saya.

Tanggal 26 Mei 2012, saya jalan-jalan bersama teman-teman satu angkatan training di perusahaan kami sekarang. Tujuan utamanya sebenarnya bukanlah ke Bogor-nya, tapi pengalaman naik kereta api.   :siul Mungkin pembaca berpikir itu hal yang ndeso. Tapi memang itulah tujuan kami demi sebuah frase “biar pernahYeah... Sure. Kami berangkat 9 orang. Diantara kami ada yang selama hidupnya belum pernah naik kereta api sama sekali. Bahkan ke stasiun kereta api pun belum pernah Big Smile.

Berhubung karena tidak lucu jika cuma naik kereta ke Bogor kemudian langsung pulang lagi naik kereta, maka kami putuskan untuk jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di kota Bogor. Perjalanan ke Bogor kami tempuh dengan menumpang kereta api Commuter jurusan Kota – Bogor. Ongkosnya cukup murah, sekitar Rp. 7.000,-. Saya cukup gembira waktu itu bisa jalan-jalan melepas penat. Apalagi melihat wajah sumringah teman yang akhirnya punya pengalaman baru. Sewaktu di kereta saya ketemu dengan teman dekat saya sejak SMA, Johanes Gea.

Suasana Di Dalam Kereta Commuter. Dari kiri: Harbert, Cicilia, Maria, Wayan, Andree, Dheka, Dedi, Priska, Dirham

Sesampainya di stasiun, kami singgah di Taman Topi. Cukup jalan kaki ke arah kanan sekitar 100 m. Di sini banyak tempat makan yang kalau dilihat dari foto pajangannya sepertinya enak-enak Still Dreaming. Saat makan, kami justru sibuk memikirkan tempat yang akan kami kunjungi. Karena memang kegiatan ini tidak terencana jauh-jauh hari. Akhirnya kami memutuskan tempat yang pertama kami kunjungi adalah Kebun Raya Bogor.

Kiri: Maria Setiba di Stasiun Bogor. Kanan: Makan Siang di Taman Topi

Foto Di Depan Pintu Masuk Istana Bogor

Dari Taman Topi, kami jalan kaki ke arah persimpangan jalan di depan Ramayana. Jaraknya tidak jauh, hanya sekitar 20 m. Awalnya, dari pertigaan tersebut kami ingin langsung menumpang angkot  ke Terminal Baranangsiang. Tapi teman-teman tertarik untuk melihat area Istana Bogor. Kami jalan kaki ke arah Istana Bogor sekitar 500 m. Setelah melihat-lihat rusa yang berkeliaran di area istana, melihat istana dari kejauhan, dan foto-foto, kami masih bingung caranya ke Kebun Raya Bogor (KRB). Herannya, kami berasumsi bahwa pintu masuknya tidak jauh dari pintu Istana Bogor tersebut. Kami pun jalan kaki ke arah Museum Etnobotani (Jl. Ir. H. Juanda) sampai ketemu sebuah kantor pos. Mungkin jalan yang kami tempuh ada sekitar 1 Km. Setelah bertanya-tanya barulah kami tahu bahwa pintu masuk KRB bukan di daerah itu. :cd

Kami sempat istirahat sejenak di kantor pos. Meskipun cukup lelah, kami  cukup terhibur karena sepanjang jalan tersebut banyak kami temukan pelukis-pelukis yang karyanya sangat bagus.  Dari kantor pos kami menuju terminal Baranangsiang. Karena jumlah kami tidak memungkinkan untuk menumpang 1 angkot sekaligus (di dalam angkot sudah ada beberapa penumpang lain), akhirnya keberangkatanpun pisah angkot. Terminal ini dekat dengan Botani Square atau kampus pascasarjana IPB. Dari sana kami menyambung angkot lagi ke Kebun Raya Bogor.

Tiket masuk KRB sebesar Rp. 9.500,-. Saya pikir ini sudah cukup murah. Bahkan, pada saat masuk di dalam ada promosi kartu perdana salah satu provider. Cukup dengan menunjukkan tiket masuk dan KTP, kami bisa mendapatkan 2 kartu perdana dari provider tersebut. Di dalam kami puas-puaskan berkeliling dan berfoto-foto ria. Saya pribadi sangat menyukai tempat itu karena memang sejuk, asri, dan banyak pohon-pohon besar. Ilmu pengetahuan juga bertambah karena bisa mengenal beberapa jenis pohon dan tanaman lain.

Kiri: Foto Di Sebuah Tugu. Tengah: Aksi Fotografer KW Super. Kanan: Di Jembatan Merah

Di Depan Pintu Masuk Kebun Raya Bogor

Puas berkeliling ria di KRB, kami memutuskan beranjak ke Botani Square. Artinya kami kembali lagi ke terminal Baranangsiang dan tinggal berjalan kaki menuju Botani Square. Di sini kami membeli beberapa produk alami hasil buatan mahasiswa IPB. Lokasi stand-nya berada di pintu masuk Botani Square.

Karena perut memang sudah lapar, kami memutuskan untuk mencoba menyantap Macaroni Panggang yang cukup terkenal di Bogor. Lokasi Cafe-nya ada di Jl. Salak. Kami naik angkot lagi ke sana. Sebenarnya kami kurang tahu angkot jurusan Jl. Salak. Tapi karena 1 angkot kami isi penuh, akhirnya supir angkot mengantar kami langsung ke lokasi layaknya pelanggan travel agent. :tkp

Setelah makan, kami jalan kaki sekitar 1 km menuju Factory Outlet yang ada di Jl. Padjajaran. Meskipun sebagian dari kami adalah laki-laki, barang-barang yang di pajang di outlet tersebut bisa menggelitik tangan untuk merogoh kantong. Saya sendiri membeli 1 buah kaos berkerah. Harganya cukup murah tapi kualitasnya bagus.

Karena badan sudah terasa lelah dan hari sudah menjelang sore, kami putuskan untuk segera kembali ke Jakarta. Dari Jl. Padjajaran kami kembali lagi ke terminal Baranangsiang (sumpah demi apa, kami sudah seperti setrika yang bolak-balik ke terminal ini). Dari Baranangsiang naik angkot lagi menuju stasiun kereta api dan menggunakan kereta Commuter jurusan Bogor – Kota.

Kami tiba di Jakarta pada saat malam hari sekitar pukul 18.30 an WIB. Sesampainya di stasiun Kota, sebagian dari kami tidak langsung pulang ke rumah/kost masing-masing. Salah satu teman saya mengajak keliling Kota Tua.

Kiri, Tengah : Suasana Makan Makaroni Panggang. Kanan: Di Kota Tua

…saya hanya orang biasa yang membiasakan diri membiasakan kebiasaan-kebiasaan diluar kebiasaan-kebiasaan orang-orang biasa…

4 Comments to “Jalan-Jalan Ke Bogor”

  1. hamhamichi says:

    Oohhh jadi “cukup istimewa” ya… :siul
    cukup tau aja… wkakakakakaka… :ngakak

    • nestoriko says:

      wkwkwkw…itu ud hebat ham..ibarat piramida nasabah, seorang teman itu berada di antara lapisan uppermass dan affluent :ngakak

  2. JCsyngCi says:

    Whoooooaaaa Dedi dooooorrr!!! Ak tersanjuung niii… Hampir disemua foto ak ngeksiiiiiizzzz!!! Haghaghag

Leave a Reply

Message

[+] Tambah Emoticons