HOT GOSSIP : THE BEST WEDDING PARTY 2013

Pulang kampung memang menjadi ritual yang sangat membahagiakan bagi banyak perantau termasuk saya. Betapa tidak, pulang kampung adalah masa dimana kita kembali ke tanah tempat kita dilahirkan atau dibesarkan, bertemu dengan keluarga tercinta khususnya orang tua, masa dimana sejenak meninggalkan pekerjaan di perantauan, dan sebagainya.

pernikahan-adat-batak-2Bahkan bagi saya, setiap masa pulang kampung pasti ada hal yang spesial. Bisa dibilang bukan pulang kampung biasa. Contohnya pulang kampung Juli kemarin. Pertama, pulang kampung kali ini didasari karena pernikahan adik saya, si Andi. Tentu hal memalukan jika saya tidak menghadirinya. Kedua, pulang kampung kali ini adalah yang pertama sejak wisata jangka panjang (baca penempatan kerja) saya di Manokwari, Papua Barat.

Otomatis, waktu yang saya tempuh jauh lebih lama dibanding ketika pernikahan kakak saya. Saya berangkat tanggal 25 Juli 2013 tepat pukul 08.00 WIT dari Manokwari; transit di Sorong, Makassar, dan Jakarta; tiba di Medan kemudian melanjutkan perjalanan ke Ranto Jior (desa saya); sampai akhirnya tida di rumah tanggal 26 Juli 2013 pukul 18.00 WIB. Benar-benar perjalanan yang menggila.

Bukan bermaksud menyalahkan. Ketidakefisienan ini dikarenakan penutupan Bandara Polonia dan dialihkan ke Bandara Kuala Namu yang baru dibuka tepat tanggal 25 Juli 2013.

Tidak butuh uang berjuta-juta untuk membayar rasa lelah karena perjalanan jauh itu. Sambutan hangat dari keluarga sudah cukup ampuh meningkatkan stamina saya. Kesibukan mempersiapkan pernikahan si Andi tidak mengurangi kualitas penyambutan itu.

Acara pernikahannya diadakan di Gereja HKBP Langga Payung pada tanggal 27 Juli 2013. Si Andi menikah dengan pilihan hatinya, Rayuni Sitorus, yang secara sah telah menjadi bagian dari keluarga kami. Dalam tutur Batak, saya memanggilnya sebagai “Anggi Boru“.

pernikahan-adat-batak-1

Tak banyak perbedaan antara pernikahan si Andi dengan kakak saya, Kak Yanti. Hanya saja ketika yang menikah adalah Kak Yanti, kami berada dipihak ‘Parboru” (pihak mempelai perempuan), sedangkan sekarang berada dipihak “Paranak” (pihak pengantin pria). Tapi, rasa bahagia itu seperti terulang lagi secara kualitas dan kuantitas.

tor-tor-adat-batak-2
Uniknya, si Andi melangkahi saya dalam hal pernikahan. Kalau dipikir-pikir, dia ternyata lebih siap dan dewasa untuk lebih dahulu berumah tangga. Sementara saya masih sibuk memikirkan sisa waktu wisata jangka panjang saya di Papua Barat.

The Best Wedding Party 2013Kata “hebat” sepertinya pantas jika diberikan kepada orang tua saya. Dalam waktu 2 tahun berturut-turut mereka berhasil mengantarkan 2 orang anaknya menjadi sebuah keluarga baru. Sebuah kehidupan baru yang lebih bertanggung jawab semestinya. Maka tidak berlebihan jika saya memberi judul pernikahan mereka adalah pernikahan terbaik tahun ini yang dimeriahkan dengan adat-istiadat Batak. THE BEST WEDDING PARTY 2013.

3 thoughts on “HOT GOSSIP : THE BEST WEDDING PARTY 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco