<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" ><channel><title>Bandit Batak dot Com &#187; Sosial</title> <atom:link href="http://blog.banditbatak.com/category/sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://blog.banditbatak.com</link> <description>Hidup Untuk Memuliakan-Nya</description> <lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 13:36:56 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator> <item><title>Astaga.com lifestyle on the net &#8211; Gaya Hidup Modern dan Keren</title><link>http://blog.banditbatak.com/iptek/internet/astaga-com-lifestyle-on-the-net-gaya-hidup-modern-dan-keren/</link> <comments>http://blog.banditbatak.com/iptek/internet/astaga-com-lifestyle-on-the-net-gaya-hidup-modern-dan-keren/#comments</comments> <pubDate>Wed, 03 Feb 2010 13:30:21 +0000</pubDate> <dc:creator>nestoriko</dc:creator> <category><![CDATA[Internet]]></category> <category><![CDATA[Sosial]]></category> <category><![CDATA[Astaga.Com lifestyle on the net]]></category> <category><![CDATA[lifestyle]]></category> <category><![CDATA[SEO]]></category><guid isPermaLink="false">http://blog.banditbatak.com/?p=411</guid> <description><![CDATA[Di jaman sekarang ini yang semuanya semakin maju, lifestyle memang menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Semua orang mulai dari anak-anak sampai yang sudah lansia pun semakin peduli terhadap yang namanya lifestyle. Dulu waktu masih kecil, saya masih ingat bagaimana orang-orang di sekitar tempat tinggal saya tidak ada satupun yang terlalu mementingkan cara [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di jaman sekarang ini yang semuanya semakin maju, <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong> </span>memang menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Semua orang mulai dari anak-anak sampai yang sudah lansia pun semakin peduli terhadap yang namanya <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span>. Dulu waktu masih kecil, saya masih ingat bagaimana orang-orang di sekitar tempat tinggal saya tidak ada satupun yang terlalu mementingkan cara berpakaian. Semuanya sama saja, yang penting bisa menutup tubuh dan terlihat sopan. Namun semuanya berubah saat ini. Saya yakin ini merupakan dampak begitu mudahnya arus informasi berjalan. Semakin banyak orang yang peduli dan mengerti bahwa kita hidup di era yang semakin kompleks dan cenderung rumit. Orang merasa memakai sepatu tidak lagi hanya dilihat dari aspek kegunaannya, tetapi aspek <strong>estetika</strong> sampai bagaimana sepatu itu menunjang <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span>.</p><p style="text-align: justify;">Media informasi menurut saya berperan paling besar dalam merubah <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle masyarakat Indonesia</strong></span>. Dan bisa dikatakan bahwa <strong>lifestyle Indonesia</strong> berkiblat pada negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Namun tidak sedikit pula yang meniru<strong> lifestyle Eropa</strong> khususnya dari segi<strong> fashion</strong>. Media informasi seperti televisi, koran, maupun majalah khususnya<strong> <span style="text-decoration: underline;">majalah lifestyle</span></strong> semakin sering menyajikan konten yang merangsang kita untuk mengikuti tren masa kini baik dalam hal berpakaian, asesoris, maupun kebiasaan. Lihat saja film-film maupun acara-acara yang ada ditelevisi, kebanyakan menunjukkan seperti apa seharusnya orang yang bisa disebut <strong>modern dan keren</strong> saat ini.<br /> Bahkan fenomena yang sangat menarik untuk disimak adalah bahwa <strong><span style="text-decoration: underline;">lifestyle Indonesia</span> </strong>semakin merambah ke dunia maya atau internet. Istilah kerennya disebut<strong> lifestyle on the net</strong>. Contohnya saja, orang akan merasa ketinggalan jaman jika tidak <strong>membuat email </strong>ataupun akun di situs jejaring social seperti <strong>Facebook.</strong> Orang bahkan akan merasa malu jika tidak pernah membuka portal <span style="text-decoration: underline;"><strong>Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span> karena akan ketinggalan berita tentang <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span> masa kini. Mempunyai email, website atau blog maupun ikut dalam jejaring sosial seakan menunjukkan seberapa tinggi <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span> kita.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kemajuan serta kecanggilan media informasi saat ini, ditambah tuntutan kehidupan yang membuat kita harus memperhatikan <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span>, tentu tidak mau kan ketinggalan berita tentang <span style="text-decoration: underline;">lifestyle</span> yang trendi masa kini? Sangat berguna sekali jika kita memanfaatkan portal <span style="text-decoration: underline;"><strong>Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span>. Kita tidak akan takut lagi menjadi bahan gossip karena ketinggalan jaman dalam hal berpakaian, gaya rambut, dan <span style="text-decoration: underline;"><strong>informasi lifestyle on the net</strong></span>. Banyak <span style="text-decoration: underline;"><strong>informasi lifestyle</strong></span> yang bisa kita dapatkan dari <span style="text-decoration: underline;"><strong>Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span>. Mulai dari <span style="text-decoration: underline;"><strong>healthy lifestyle</strong></span>, sampai pada <span style="text-decoration: underline;"><strong>fashion lifestyle</strong></span>. Contohnya saja jika Anda ingin mengetahui cara <span style="text-decoration: underline;"><strong>senam memperindah bentuk payudara</strong></span> agar bisa menjadi <strong>cewek sexy</strong> dan <strong>cantik</strong>, kita bisa mendapatkan ilmunya dari <span style="text-decoration: underline;"><strong>Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span>. Atau bagi Anda yang tergila-gila dengan produk dari <strong>Apple,</strong> Anda bisa melihat informasi tentang <span style="text-decoration: underline;"><strong>I-Pad, Laptop dengan Layar Sentuh</strong></span>. Dan masih banyak informasi yang sangat berguna yang bisa Anda dapatkan dari<span style="text-decoration: underline;"><strong> Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span>.</p><p style="text-align: justify;">Gaya hidup modern dan keren tidaklah selalu identik dengan hidup mewah atau glamor. Anda bisa membuktikannya dengan membaca artikel dan berita dari <span style="text-decoration: underline;"><strong>Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span>. Astaga.Com memang menjadi fenomena modern yang menjadikan internet sebagai media yang paling efektif dalam menyampaikan informasi <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span> kepada Anda. Bagi saya inilah yang disebut <span style="text-decoration: underline;"><strong>e-lifestyle</strong></span>. Bahkan suatu saat Anda tidak perlu capek membeli<span style="text-decoration: underline;"><strong> lifestyle magazine</strong></span> jika ingin modern dan keren, karena semua sedang berada <strong>on the net</strong>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://blog.banditbatak.com/iptek/internet/astaga-com-lifestyle-on-the-net-gaya-hidup-modern-dan-keren/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>13</slash:comments> </item> <item><title>Susahnya Mencari Makna Natal dan Tahun Baru</title><link>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/susahnya-mencari-makna-natal-dan-tahun-baru/</link> <comments>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/susahnya-mencari-makna-natal-dan-tahun-baru/#comments</comments> <pubDate>Tue, 05 Jan 2010 14:54:35 +0000</pubDate> <dc:creator>nestoriko</dc:creator> <category><![CDATA[Sosial]]></category> <category><![CDATA[century]]></category> <category><![CDATA[gusdur]]></category> <category><![CDATA[lumpur lapindo]]></category> <category><![CDATA[natal]]></category> <category><![CDATA[tahun baru]]></category><guid isPermaLink="false">http://blog.banditbatak.com/?p=349</guid> <description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya mengajak teman saya yang datang dari Depok untuk melihat kondisi lumpur Lapindo di Sidoarjo. Ternyata setelah beberapa bulan tidak datang ke sana, lumpur Lapindo sudah dijadikan objek wisata di daerah itu. Buktinya kami harus merogoh kocek agar bisa naik ke tanggul dan melihat langsung semburan lumpur yang katanya akibat bencana [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu, saya mengajak teman saya yang datang dari Depok untuk melihat kondisi <strong>lumpur Lapindo </strong>di <strong>Sidoarjo</strong>. Ternyata setelah beberapa bulan tidak datang ke sana, lumpur Lapindo sudah dijadikan objek wisata di daerah itu. Buktinya kami harus merogoh kocek agar bisa naik ke tanggul dan melihat langsung semburan lumpur yang katanya akibat bencana alam (meskipun sudah ada begitu banyak ahli terpercaya yang mengatakan bahwa itu akibat kelalaian manusia atau <em>human error</em>). Padahal dulu ketika saya menjadi relawan dari <strong>BEM ITS</strong> untuk pengungsi lumpur Lapindo di <strong>Pasar Baru Porong</strong>, dibayarpun orang belum tentu mau melihat lumpur itu karena baunya yang begitu menyesakkan hidung. Semoga uang yang kami keluarkan memang untuk tiket “wisata” bagi kepentingan daerah, bukan sebagai pungli (pungutan liar) yang masuk ke kantong preman kampung.</p><p style="text-align: justify;">Di saat perjalanan pulang kami sempat kehujanan sehingga kami berteduh di salah satu mall besar di Jl. Ahmad Yani Surabaya (bukan di samping Gereja seperti <strong>lagu Gereja Tua karya Panbers</strong>. Cerita ini lain lagi). Sambil menunggu hujan reda, kami menyempatkan diri jalan-jalan di dalam mall tersebut. Kami melihat sebuah acara sedang dilakukan di lantai dasar. Kalau dilihat dari pernak pernik yang digunakan, acara itu jelas terlihat sebagai acara penyambutan Natal. MC yang masih anak-anak itu juga mengatakan demikian. Tapi isi acaranya tidak seperti acara penyambutan Natal yang ada di Gereja yang pasti diiringi lagu kidung rohani dan selalu ada ceramahnya. Acara yang kami lihat tersebut hanya berisi <em>fashion show</em> dari anak-anak yang diiringi lagu dengan <em>beat</em> tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Melihat itu teman saya langusng komentar dengan mengatakan: “Inilah acara Natal yang tidak ada Kristus ditengah-tengahnya”. Mendengar perkataannya, saya hanya mencoba untuk mengikuti alur pikiran teman saya itu. Sebagai seorang Kristen yang taat, dia pasti lebih terbiasa melihat dan mengikuti acara Natal yang mengandung makna Natal sesungguhnya, bukan acara pamer lenggak lenggok yang mengatasnamakan Natal demi strategi marketing si pembuat acara.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut ke cerita berikutnya. Liburan tahun baru 2010 sengaja saya habiskan di desa teman baik saya. Desa Gumeno, sebuah desa yang sangat bagus di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Malam pergantian tahun kami nikmati dengan memanggang ikan dan daging di tambak milik keluarganya. Sebuah aktivitas yang sudah lama tidak saya lakukan. Sampai-sampai saya lupa kapan terakhir kali melakukan aktivitas yang sangat menyenangkan itu. Sehabis manggang ikan dan daging, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Gresik Kota. Harapannya sih bisa melihat pesta kembang api.</p><p style="text-align: justify;">Namun, yang kami lihat tidak jauh berbeda dengan yang ada di Surabaya, kota yang terkenal dengan udaranya yang panas. Yang dilakukan oleh muda-mudi di Gresik Kota tersebut sama seperti yang dilakukan oleh muda-mudi di Surabaya, yaitu pamer suara motor. Ya, dengan bangganya mereka menggeber-geber suara motor yang mirip suara mesin rusak. Bahkan mereka sengaja melepas knalpot motor yang fungsinya menyaring suara dan asap kendaraan itu agar suara yang dihasilkan lebih keras. Saya tidak tahu persis berapa desibel suara motor-motor itu. Tapi yang pasti kalau didengar terlalu lama bisa membuat gendang telinga yang katanya setipis kulit bawang ini menjadi pecah. Belum lagi polusi dan kemacetan yang ditimbulkan oleh motor-motor sialan itu. Saya rasa Anda sudah bisa mendeskripsikan situasi menjijikkan ini.</p><p style="text-align: justify;">Saya mencoba mengamati satu persatu tingkah laku mereka. Mencoba untuk masuk dan mengikuti alur pikiran mereka. Sebagian dari mereka sengaja memberhentikan motornya di tengah jalan, kemudian mulai menggeber gas motornya sampai mengahasilkan suara paling bising se Indonesia dan sekitarnya. Kelakuan itu membuat seluruh kendaraan di belakangnya menjadi berhenti. Lucunya yang lain juga mengikuti dengan menggeber-geber motornya. Mungkin ini efek samping dari adanya larangan bermain petasan oleh Polisi sehingga muda-mudi tersebut menjadikan motornya sebagai sumber penghasil suara bising pengganti petasan. Sebagian orang lagi manggut-manggut kayak ayam ngantuk sambil mengacungkan jarinya membentuk huruf V dan ada pula yang mengacungkan jempolnya mirip iklan RCTI Oke. Mungkin mereka berharap diliput oleh <em>channel</em> televisi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada yang spesial, yang bernilai, dan penting untuk diikuti dari aktivitas mereka. Semuanya menunjukkan kegilaan, keanehan, dan kebodohan. Tidak berbeda jauh dengan orang gila yang tempo hari saya lihat dengan sengaja menumpahkan sampah dari tong sampah ke tengah jalan di dekat rumah teman saya itu.</p><p style="text-align: justify;">Seperti Natal yang semestinya dimaknai sebagai momen untuk mensyukuri kelahiran Yesus ke dunia dan mengenang kasih Allah yang besar yang rela mengorbankan Anak-Nya Yesus Kristus disalibkan untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan akibat dosa, tahun baru pun harusnya dimaknai sebagai momen untuk refleksi diri. Tahun baru semestinya bisa kita jadikan sebagai momen untuk merenungkan kebaikan dan keburukan yang telah kita lakukan selama tahun 2009 dan merancang rencana untuk meningkatkan kebaikan dan menebus keburukan tersebut di tahun 2010.</p><p style="text-align: justify;">Melihat aktivitas yang dilakukan oleh muda-mudi di Gresik Kota tersebut cukup ironis bagi saya. Secepat itukah mereka lupa bahwa tanggal 30 Desember 2009 kemarin negara kita baru saja kehilangan seorang tokoh kebanggaan,<strong>KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)</strong> yang begitu menghargai warna-warni kehidupan kita di Indonesia? Warna-warni yang meskipun membedakan kita tapi seindah percikan kembang api yang melambung di udara. Atau lupakah kita dengan kasus <strong>Bank Century</strong> yang membuat Negara kehilangan uang triliunan rupiah yang seharusnya bisa digunakan untuk memperbaiki atap ratusan sekolah di pelosok-pelosok tanah air? Atau secepat inikah kita lupa dengan kasus <strong>kriminalisasi KPK</strong> yang dilakukan oleh oknum-oknum jahanam di lembaga hukum Negara kita? Tidakkah kita sadar begitu buruknya raport lembaga hukum Negara kita di tahun 2009 ini sampai-sampai seorang ibu yang mengeluhkan pelayanan sebuah rumah sakitpun sempat divonis bersalah dan dijerat dengan pasal hasil produk hukum yang semestinya tidak dijeratkan kepadanya? Atau kita dengan mudah memaafkan para anggota dewan yang dengan seenak perut buncitnya melakukan tindak pidana korupsi di Negara ini?</p><p style="text-align: justify;">Jika memang iya, maka siap-siaplah melihat kehancuran bangsa ini. Tetapi jika jawabnya adalah tidak, mari kita ganti aktivitas tahun baru dengan lebih bermakna, bernilai, cerdas, dan tentunya lebih waras.</p><p style="text-align: justify;">Nih contoh yang tidak waras (H) :</p><p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" title="Christmas Sexy Girl" src="http://nestoriko.googlepages.com/christmas-sexy-girl-1.jpg" alt="gambar natal gadis sexy" width="400" height="219" /></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/susahnya-mencari-makna-natal-dan-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Surabaya Kejatuhan Dihidrogen Monoksida</title><link>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/surabaya-kejatuhan-dihidrogen-monoksida/</link> <comments>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/surabaya-kejatuhan-dihidrogen-monoksida/#comments</comments> <pubDate>Sat, 21 Nov 2009 10:13:39 +0000</pubDate> <dc:creator>nestoriko</dc:creator> <category><![CDATA[Sosial]]></category> <category><![CDATA[hujan]]></category> <category><![CDATA[surabaya]]></category><guid isPermaLink="false">http://blog.banditbatak.com/?p=317</guid> <description><![CDATA[Kehujanan Hari Jumat, 21 Nopember 2009 kemarin menjadi hari yang sangat menggembirakan buat saya. Setelah lama menunggu bertahun-tahun, saya akhirnya bisa melihat dan merasakan tanah Surabaya kejatuhan hujan. Kalau tidak terhalang karena usia, saya mungkin sudah mandi hujan kemarin. Surabaya memang terkenal sangat panas dan mendapatkan curah hujan sangat sedikit. Makanya ketika melihat hujan datang, [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" draggable=""><dl id="attachment_825" class="wp-caption alignleft" style="width: 280px;"><dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.source.blog.banditbatak.com/wp-content/uploads/2009/11/hujan.jpg"><img src="http://www.source.blog.banditbatak.com/wp-content/uploads/2009/11/hujan-300x267.jpg" title="hujan" width="270" height="240" class=" wp-image-825 " /></a></dt><dd class="wp-caption-dd">Kehujanan</dd></dl></div><p style="text-align: justify;">Hari Jumat, 21 Nopember 2009 kemarin menjadi hari yang sangat menggembirakan buat saya. Setelah lama menunggu bertahun-tahun, saya akhirnya bisa melihat dan merasakan <strong>tanah Surabaya</strong> kejatuhan hujan. Kalau tidak terhalang karena usia, saya mungkin sudah <strong>mandi hujan</strong> kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Surabaya memang terkenal sangat panas dan mendapatkan curah hujan sangat sedikit. Makanya ketika melihat hujan datang, saya sampai merinding atas<strong> anugrah Tuhan</strong> tersebut. Ternyata saya masih bisa merasakan hujan si Surabaya sebelum <strong>2012</strong>. He3x.</p><p style="text-align: justify;">Semoga masih bisa terus merasakan keagungan alam dari Tuhan, termasuk merasakan jatuhnya <strong>Dihidrogen Monoksida (H2O)</strong> dari langit.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/surabaya-kejatuhan-dihidrogen-monoksida/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Reward Vs Punishment Motivation</title><link>http://blog.banditbatak.com/opini/reward-vs-punishment-motivation/</link> <comments>http://blog.banditbatak.com/opini/reward-vs-punishment-motivation/#comments</comments> <pubDate>Mon, 09 Nov 2009 11:39:38 +0000</pubDate> <dc:creator>nestoriko</dc:creator> <category><![CDATA[OPINI]]></category> <category><![CDATA[Sosial]]></category> <category><![CDATA[motivasi]]></category> <category><![CDATA[produktivitas]]></category> <category><![CDATA[punishment]]></category> <category><![CDATA[reward]]></category><guid isPermaLink="false">http://blog.banditbatak.com/?p=313</guid> <description><![CDATA[Berdasarkan sumbernya, motivasi dapat dibedakan atas motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal biasanya berupa rangsangan dari dalam diri sendiri. Misalnya keinginan untuk rajin membaca buku pelajaran karena ingin pintar dan sukses di masa depan. Sedangkan motivasi eksternal biasanya karena adanya rangsangan dari luar diri kita. Misalnya rajin membaca buku karena akan diberikan boneka buaya. [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berdasarkan sumbernya, motivasi dapat dibedakan atas<strong> motivasi internal</strong> dan <strong>motivasi eksternal</strong>. Motivasi internal biasanya berupa rangsangan <strong>dari dalam diri sendiri</strong>. Misalnya keinginan untuk rajin membaca buku pelajaran karena ingin pintar dan sukses di masa depan. Sedangkan motivasi eksternal biasanya karena adanya <strong>rangsangan dari luar diri</strong> kita. Misalnya rajin membaca buku karena akan diberikan boneka <strong>buaya</strong>.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan berdasarkan bentuknya, motivasi biasanya dibedakan atas <strong><em>reward </em>dan </strong><em><strong>punishment motivation</strong>. <strong>Reward motivation</strong> </em>muncul karena adanya rangsangan berupa <strong>pemberian hadiah</strong>. Contoh: mau menikah dengan duda beranak 3 karena akan dibelikan <strong>mobil sedan tipe terbaru</strong>. Sedangkan <em><strong>punishment motivation</strong> </em>muncul karena adanya rangsangan berupa <strong>pemberian hukuman atau sanksi</strong>. Contoh: tidak melakukan tindak <strong>pidana korupsi</strong> karena takut ditangkap oleh <strong>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)</strong>. Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa secara taksonomi, <em>reward</em> dan <em>punishment motivation</em> ini masuk ke dalam karegori motivasi eksternal. Namun ada juga yang mengatakan bahwa <em>reward</em> dan <em>punishment</em> itu bisa berasal dari diri sendiri. Contoh: seorang laki-laki ingin selalu menjadi juara kelas karena akan merasa malu pada diri sendiri jika dikalahkan oleh perempuan. Rasa malu itu merupakan sebuah bentuk konsekuensi atau sanksi yang akan dia terima jika gagal menjadi juara kelas. Rasa malu itu tentu datang dari diri sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Pada bagian ini ijinkan saya membahas sedikit tentang <strong>perbedaan landasan</strong> munculnya motivasi<em> reward</em> dan<em> punishment</em> tersebut. Sedangkan tujuan dari semua itu cuma satu, yaitu memotivasi agar melakukan sesuatu demi mendapatkan hasil yang diharapkan.</p><p style="text-align: justify;"><em><img class="alignleft" title="Punishment" src="http://nestoriko.googlepages.com/timbangan.gif" alt="timbangan" />Reward </em>dimunculkan untuk memotivasi seseorang karena ada anggapan bahwa dengan memberikan hadiah atas hasil pekerjaannya, ia akan bekerja lebih maksimal. Apalagi jika hadiah yang diberikan cukup menggiurkan. Sedangkan <em>punishment</em> dimunculkan untuk memotivasi seseorang agar tidak melakukan kesalahan dalam melakukan sesuatu. Kedua bentuk motivasi ini tidak bisa dikatakan mana yang <strong>benar</strong> dan mana yang <strong>salah</strong>. Tetapi lebih cocok jika dilihat dari <strong>baik</strong> dan <strong>buruk</strong>nya, bukan benar atau salahnya. Sebagai contoh saya berikan sebuah cerita yang pernah saya baca dari sebuah buku (dengan improvisasi seperlunya):</p><p style="text-align: justify;">Ada 2 buah perusahaan manufaktur yang saling berkompetisi. Perusahaan pertama (sebut saja A) menerapkan sistem <em>reward motivation</em> kepada para karyawannya dimana jika mereka berhasil membukukan peningkatan pendapatan minimal 4% pada tahun ini maka tahun depan gaji mereka akan dinaikkan sebesar 10%. Sedangkan perusahaan kedua (sebut saja B) menerapkan sistem <em>punishment motivation</em> dimana jika karyawannya melakukan kesalahan yang menyebabkan terjadinya <em>defect</em> (kerusakan) pada produk manufaktur mereka, maka karyawan tersebut diharuskan lembur selama 1 jam tanpa dibayar. Menurut pembaca, kira-kira perusahaan mana yang lebih maju, A atau B?</p><p style="text-align: justify;">Dari cerita yang saya baca tersebut ternyata yang lebih maju adalah A. Kenapa? Hal ini berhubungan dengan pola pikir yang akan mengarahkan tindakan seseorang. Ketika karyawan A dijanjikan dengan kenaikan gaji jika terjadi peningkatan pendapatan perusahaan, maka para karyawan tersebut akan berjuang untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas. Sebab dengan jumlah produk yang lebih banyak dan kualitas yang lebih bagus maka produk mereka akan semakin banyak yang laku terjual di pasar sehingga bisa menghasilkan laba yang lebih banyak. Sedangkan pada perusahaan B, karyawannya akan berpikir bagaimana caranya untuk tidak melakukan kesalahan. Mereka akan cenderung bekerja sesuai dengan standart tanpa mau berpikir berimprovisasi. Mereka tidak peduli dengan produktivitas dan inovasi yang bisa membuat produk yang lebih baik. Mereka hanya terpaku pada bagaimana agar tidak merusak produk manufaktur. Keterpakuan itu akibat adanya ketakutan terkena hukuman. Akibatnya produk mereka akan menjadi biasa-biasa saja.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, apakah <em>punishment motivation</em> akan selalu berdampak negatif seperti contoh tersebut? Seperti yang saya katakan tadi bahwa kedua bentuk motivasi ini lebih cocok dilihat dari baik dan buruknya. Kebaikan dan keburukan itulah yang tentunya bergantung pada kondisi atau subjek penerapannya. Kebenaran itu mutlak, sedangkan kebaikan itu kondisional. Baik pada satu kondisi bisa jadi buruk untuk kondisi yang lainnya. Sebagai contoh saya mempunyai seorang teman kos beberapa tahun yang lalu. Bisa dikatakan ia termasuk mahasiswa yang ketinggalan dalam hal akademik dengan teman-teman satu angkatannya. Padahal orang tuanya pernah berkata didepan kami berdua bahwa apapun permintaannya, sekali lagi apapun permintaannya akan dipenuhi asalkan bisa meraih IPS (indeks prestasi semester) di atas 2,0. Saya rasa IPS sebesar itu bisa diraihnya tiap semester. Tetapi kenyataannya ia tetap lebih senang pacaran, <em>nyangkruk</em> (nongkrong) di warung kopi, dan lain sebagainya, sampai membuat ia di drop out (DO). Justru saya melihat bahwa<strong> ia menyempatkan kuliah</strong> meskipun dengan mata mengantuk karena <strong>ada batasan minimal 80% harus mengikuti kelas tiap mata kuliah</strong>.</p><p style="text-align: justify;"><img class="alignright" title="Teaching" src="http://nestoriko.googlepages.com/teaching.jpg" alt="dosen mengajar" />Dengan mempelajari karakter dasar subjek atau kondisi dimana kita memberikan motivasi, maka kita bisa menerapkan bentuk motivasi yang sesuai dengan subjek atau kondisi tersebut. Hal selanjutnya adalah melakukan evaluasi terhadap penerapan bentuk motivasi yang kita berikan. Saya mempunyai seorang dosen yang mana beliau pernah bercerita bahwa ia sedang melakukan uji coba pada kami. Ia sedang mencoba menerapkan cara belajar yang baru yang dia anggap lebih relevan dengan mahasiswa zaman sekarang. Bagi saya hal itu tidak masalah meskipun saya harus menjadi bagian dari &#8220;kelinci percobaannya&#8221;. Hal positif yang saya tangkap adalah bahwa ia mau mempelajari karakter mahasiswanya dan menyadari bahwa selalu terjadi perubahan pada tiap generasi mahasiswa yang diajarnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Gambar:</p><p>http://fc04.deviantart.net</p><p>http://armandfrasco.typepad.com</p><p>http://www.muhajirlawfirm.com</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://blog.banditbatak.com/opini/reward-vs-punishment-motivation/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Ha3x..Miyabi Gak Jadi Datang</title><link>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/ha3x-miyabi-gak-jadi-datang/</link> <comments>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/ha3x-miyabi-gak-jadi-datang/#comments</comments> <pubDate>Wed, 14 Oct 2009 06:49:53 +0000</pubDate> <dc:creator>nestoriko</dc:creator> <category><![CDATA[Sosial]]></category> <category><![CDATA[film]]></category> <category><![CDATA[foto]]></category> <category><![CDATA[gambar]]></category> <category><![CDATA[miyabi]]></category> <category><![CDATA[video]]></category><guid isPermaLink="false">http://blog.banditbatak.com/?p=276</guid> <description><![CDATA[Nasehat, kritik, tekanan, dan hujatan dari beberapa kalangan pihak ternyata membuat rencana penggarapan film &#8220;Menculik Miyabi&#8221; yang sedang hangat dibicarakan saat ini menjadi sedikit berantakan. Film yang katanya merupakan film humor dan cerdas dan tidak memasukkan unsur porno meskipun dibintangi bintang film porno Jepang papan atas Maria Ozawa alias Miyabi, akhirnya harus merubah komposisi pemainnya, [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Nasehat, kritik, tekanan, dan hujatan dari beberapa kalangan pihak ternyata membuat rencana penggarapan <strong>film &#8220;Menculik Miyabi&#8221; </strong>yang sedang hangat dibicarakan saat ini menjadi sedikit berantakan. Film yang katanya merupakan <strong>film humor</strong> dan <strong>cerdas</strong> dan tidak memasukkan unsur <strong>porno</strong> meskipun dibintangi <strong>bintang film porno Jepang</strong> papan atas <strong>Maria Ozawa</strong> alias <strong>Miyabi</strong>, akhirnya harus merubah komposisi pemainnya, khususnya pemeran utamanya. <strong>Raditya Dika</strong> yang merupakan penulis naskah dan pemeran utama telah mengundurkan diri dari pengarapan film <strong>&#8220;Menculik Miyabi&#8221;</strong> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Melalui situs pribadinya, <a href="http://radityadika.co">Raditya Dika</a> menjelaskan bahwa keputusannya mengundurkan diri karena melihat begitu banyak kontroversi yang muncul. Tekanan sosial keluarga juga menjadi pertimbangan keputusannya. Selain itu, Radityadika menilai bahwa keikutsertaannya dalam <strong>film &#8220;Menculik Miyabi&#8221;</strong> berpengaruh terhadap pembaca setianya khususnya anak-anak yang mungkin secara tidak sengaja menjadi kenal dengan <strong>Miyabi</strong> karena Raditya Dika.</p><p style="text-align: justify;">Di lain pihak, ternyata pemerintah juga telah meminta Maxima Pictures selaku penggarap film tersebut untuk membatalkan niat mendatangkan <a href="http://blog.banditbatak.com/specials/miyabi-mau-datang-ke-indonesia/"><strong>Miyabi ke Indonesia</strong></a> karena melihat begitu banyak yang menolak khususnya MUI dan FPI (hmm&#8230;).</p><p style="text-align: justify;">Keputusan Raditya Dika memang cukup mengejutkan apalagi film tersebut akan menjadi menarik bukan hanya karena Miyabi, tetapi juga karena Radityadika sendiri yang memang terkenal dengan kreativitasnya menulis naskah. Rasanya <em>taste </em>film tersebut akan berkurang. Tapi sebagai seorang <em>public figure, </em>keputusan tersebut cukup bijak karena mungkin risiko yang ditanggung kedepannya akan lebih besar, khususnya pada masa depan tulisan Radityadika. Bisa-bisa kalau dia tetap <em>ngotot</em> terlibat, akan ada kelompok <strong>Anti Raditya Dika</strong> di Indonesia ini. <em>You know</em>-lah golongan mana yang akan menjadi yang terdepan untuk hal itu. Kita lihat saja perkembangannya ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Sukses selalu buat <strong>Raditya Dika</strong>&#8230;</p><p style="text-align: justify;"><em>Gambar:</p><p>http://www.cybermq.com</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/ha3x-miyabi-gak-jadi-datang/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Database Caching 5/15 queries in 0.006 seconds using disk: basic
Object Caching 781/809 objects using disk: basic
Content Delivery Network via www.source.blog.banditbatak.com

Served from: blog.banditbatak.com @ 2012-02-06 15:38:03 -->
