<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" ><channel><title>Bandit Batak dot Com &#187; BERITA</title> <atom:link href="http://blog.banditbatak.com/category/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://blog.banditbatak.com</link> <description>Hidup Untuk Memuliakan-Nya</description> <lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 13:36:56 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator> <item><title>Puji Tuhan, MK Menolak UU BHP-Sebuah Produk Komersialisasi Pendidikan</title><link>http://blog.banditbatak.com/berita/hukum/puji-tuhan-mk-menolak-uu-bhpsebuah-produk-komersialisasi-pendidikan/</link> <comments>http://blog.banditbatak.com/berita/hukum/puji-tuhan-mk-menolak-uu-bhpsebuah-produk-komersialisasi-pendidikan/#comments</comments> <pubDate>Fri, 02 Apr 2010 09:37:35 +0000</pubDate> <dc:creator>nestoriko</dc:creator> <category><![CDATA[Hukum]]></category> <category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category> <category><![CDATA[UU BHP]]></category> <category><![CDATA[UU Sisdiknas]]></category><guid isPermaLink="false">http://blog.banditbatak.com/?p=427</guid> <description><![CDATA[Terkejut rasanya (karena senang) ketika mendengar berita dari teman saya kemarin sebelum dia berangkat untuk sebuah kepentingang yang sangat mendesak. Dia berkata bawah Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) yang selama ini menuai pro-konra akhirnya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Seperti tidak percaya, saya akhirnya melihat beritanya di TV. Puji Tuhan, ternyata memang ditolak. UU [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terkejut rasanya (karena senang) ketika mendengar berita dari teman saya kemarin sebelum dia berangkat untuk sebuah kepentingang yang sangat mendesak. Dia berkata bawah Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) yang selama ini menuai pro-konra akhirnya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Seperti tidak percaya, saya akhirnya melihat beritanya di TV. Puji Tuhan, ternyata memang ditolak. UU BHP yang merupakan dampak dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang mengharuskan perguruan tinggi menjadi badan hukum selama ini memang menuai banyak protes khususnya dari kalangan mahasiswa, termasuk salah satunya saya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Betapa tidak, dari beberapa kajian yang dilakukan oleh beberapa kalangan yang ahli dan juga kajian yang dilakukan oleh mahasiswa yang pernah saya ikuti, UU BHP cenderung mengarah pada komersialisasi pendidikan. Saya tahu ada hal baik di balik UU BHP. Tapi hal baik tersebut belum pernah terbukti. Apakah kita mahasiswa hanya akan menjadi kelinci percobaan, sedangkan di satu sisi, yang namanya UU harus dipatuhi dan dijalankan? Yang saya takutkan hanya satu, orang miskin tidak bisa kuliah. Bukannya saya sok sosialis, tapi dari beberapa uji coba UU tersebut (yang sebelumnya bernama UU BHMN), tidak ada satu pun kampus yang dijadikan percontohan yang menunjukkan hasil yang positif . Justru semakin menakutkan. Uang kuliah di kampus-kampus tersebut justru semakin mahal.</p><p style="text-align: justify;">Yang penting menurut saya adalah merevisi UU Sisdiknas tersebut. Itulah akar permasalahan sebenarnya.</p><blockquote style="text-align: justify;"><p>HIDUP MAHASISWA..Hasil Perjuangan Hari Ini, Kita Jadikan Modal Untuk Perjuangan-Perjuangan Selanjutnya. Jangan Pernah Lelah Bernyanyi Di Jalan Wahai Sobatku Mahasiswa.</p></blockquote><p style="text-align: justify;"><em>Sumber Gambar:</p><p>http://dunia-tanpa-kata.blogspot.com</em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://blog.banditbatak.com/berita/hukum/puji-tuhan-mk-menolak-uu-bhpsebuah-produk-komersialisasi-pendidikan/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Astaga.com lifestyle on the net &#8211; Gaya Hidup Modern dan Keren</title><link>http://blog.banditbatak.com/iptek/internet/astaga-com-lifestyle-on-the-net-gaya-hidup-modern-dan-keren/</link> <comments>http://blog.banditbatak.com/iptek/internet/astaga-com-lifestyle-on-the-net-gaya-hidup-modern-dan-keren/#comments</comments> <pubDate>Wed, 03 Feb 2010 13:30:21 +0000</pubDate> <dc:creator>nestoriko</dc:creator> <category><![CDATA[Internet]]></category> <category><![CDATA[Sosial]]></category> <category><![CDATA[Astaga.Com lifestyle on the net]]></category> <category><![CDATA[lifestyle]]></category> <category><![CDATA[SEO]]></category><guid isPermaLink="false">http://blog.banditbatak.com/?p=411</guid> <description><![CDATA[Di jaman sekarang ini yang semuanya semakin maju, lifestyle memang menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Semua orang mulai dari anak-anak sampai yang sudah lansia pun semakin peduli terhadap yang namanya lifestyle. Dulu waktu masih kecil, saya masih ingat bagaimana orang-orang di sekitar tempat tinggal saya tidak ada satupun yang terlalu mementingkan cara [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di jaman sekarang ini yang semuanya semakin maju, <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong> </span>memang menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Semua orang mulai dari anak-anak sampai yang sudah lansia pun semakin peduli terhadap yang namanya <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span>. Dulu waktu masih kecil, saya masih ingat bagaimana orang-orang di sekitar tempat tinggal saya tidak ada satupun yang terlalu mementingkan cara berpakaian. Semuanya sama saja, yang penting bisa menutup tubuh dan terlihat sopan. Namun semuanya berubah saat ini. Saya yakin ini merupakan dampak begitu mudahnya arus informasi berjalan. Semakin banyak orang yang peduli dan mengerti bahwa kita hidup di era yang semakin kompleks dan cenderung rumit. Orang merasa memakai sepatu tidak lagi hanya dilihat dari aspek kegunaannya, tetapi aspek <strong>estetika</strong> sampai bagaimana sepatu itu menunjang <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span>.</p><p style="text-align: justify;">Media informasi menurut saya berperan paling besar dalam merubah <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle masyarakat Indonesia</strong></span>. Dan bisa dikatakan bahwa <strong>lifestyle Indonesia</strong> berkiblat pada negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Namun tidak sedikit pula yang meniru<strong> lifestyle Eropa</strong> khususnya dari segi<strong> fashion</strong>. Media informasi seperti televisi, koran, maupun majalah khususnya<strong> <span style="text-decoration: underline;">majalah lifestyle</span></strong> semakin sering menyajikan konten yang merangsang kita untuk mengikuti tren masa kini baik dalam hal berpakaian, asesoris, maupun kebiasaan. Lihat saja film-film maupun acara-acara yang ada ditelevisi, kebanyakan menunjukkan seperti apa seharusnya orang yang bisa disebut <strong>modern dan keren</strong> saat ini.<br /> Bahkan fenomena yang sangat menarik untuk disimak adalah bahwa <strong><span style="text-decoration: underline;">lifestyle Indonesia</span> </strong>semakin merambah ke dunia maya atau internet. Istilah kerennya disebut<strong> lifestyle on the net</strong>. Contohnya saja, orang akan merasa ketinggalan jaman jika tidak <strong>membuat email </strong>ataupun akun di situs jejaring social seperti <strong>Facebook.</strong> Orang bahkan akan merasa malu jika tidak pernah membuka portal <span style="text-decoration: underline;"><strong>Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span> karena akan ketinggalan berita tentang <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span> masa kini. Mempunyai email, website atau blog maupun ikut dalam jejaring sosial seakan menunjukkan seberapa tinggi <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span> kita.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kemajuan serta kecanggilan media informasi saat ini, ditambah tuntutan kehidupan yang membuat kita harus memperhatikan <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span>, tentu tidak mau kan ketinggalan berita tentang <span style="text-decoration: underline;">lifestyle</span> yang trendi masa kini? Sangat berguna sekali jika kita memanfaatkan portal <span style="text-decoration: underline;"><strong>Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span>. Kita tidak akan takut lagi menjadi bahan gossip karena ketinggalan jaman dalam hal berpakaian, gaya rambut, dan <span style="text-decoration: underline;"><strong>informasi lifestyle on the net</strong></span>. Banyak <span style="text-decoration: underline;"><strong>informasi lifestyle</strong></span> yang bisa kita dapatkan dari <span style="text-decoration: underline;"><strong>Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span>. Mulai dari <span style="text-decoration: underline;"><strong>healthy lifestyle</strong></span>, sampai pada <span style="text-decoration: underline;"><strong>fashion lifestyle</strong></span>. Contohnya saja jika Anda ingin mengetahui cara <span style="text-decoration: underline;"><strong>senam memperindah bentuk payudara</strong></span> agar bisa menjadi <strong>cewek sexy</strong> dan <strong>cantik</strong>, kita bisa mendapatkan ilmunya dari <span style="text-decoration: underline;"><strong>Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span>. Atau bagi Anda yang tergila-gila dengan produk dari <strong>Apple,</strong> Anda bisa melihat informasi tentang <span style="text-decoration: underline;"><strong>I-Pad, Laptop dengan Layar Sentuh</strong></span>. Dan masih banyak informasi yang sangat berguna yang bisa Anda dapatkan dari<span style="text-decoration: underline;"><strong> Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span>.</p><p style="text-align: justify;">Gaya hidup modern dan keren tidaklah selalu identik dengan hidup mewah atau glamor. Anda bisa membuktikannya dengan membaca artikel dan berita dari <span style="text-decoration: underline;"><strong>Astaga.Com lifestyle on the net</strong></span>. Astaga.Com memang menjadi fenomena modern yang menjadikan internet sebagai media yang paling efektif dalam menyampaikan informasi <span style="text-decoration: underline;"><strong>lifestyle</strong></span> kepada Anda. Bagi saya inilah yang disebut <span style="text-decoration: underline;"><strong>e-lifestyle</strong></span>. Bahkan suatu saat Anda tidak perlu capek membeli<span style="text-decoration: underline;"><strong> lifestyle magazine</strong></span> jika ingin modern dan keren, karena semua sedang berada <strong>on the net</strong>.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://blog.banditbatak.com/iptek/internet/astaga-com-lifestyle-on-the-net-gaya-hidup-modern-dan-keren/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>13</slash:comments> </item> <item><title>Jangan Mencuri Ayam, Curilah Uang Negara</title><link>http://blog.banditbatak.com/berita/hukum/jangan-mencuri-ayam-curilah-uang-negara/</link> <comments>http://blog.banditbatak.com/berita/hukum/jangan-mencuri-ayam-curilah-uang-negara/#comments</comments> <pubDate>Sat, 16 Jan 2010 14:17:07 +0000</pubDate> <dc:creator>nestoriko</dc:creator> <category><![CDATA[Hukum]]></category> <category><![CDATA[korupsi]]></category><guid isPermaLink="false">http://blog.banditbatak.com/?p=374</guid> <description><![CDATA[&#8220;Hotel prodeo&#8221; selama ini menjadi istilah untuk menyebut rumah tahanan (rutan) yang menjadi tempat para tahanan atau narapidana menjalani hukuman penjara. Namun, &#8220;hotel prodeo&#8221; sepertinya tidak menjadi sebuah istilah lagi bagi rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Bagaimana tidak, Artalyta Suryani alias Ayin, terdakwa kasus suap terhadap mantan jaksa Urip Tri Gunawan, menyulap ruang tahanan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>&#8220;Hotel prodeo&#8221;</strong> selama ini menjadi istilah untuk menyebut <strong>rumah tahanan (rutan)</strong> yang menjadi tempat para tahanan atau narapidana menjalani hukuman penjara. Namun, &#8220;hotel prodeo&#8221; sepertinya tidak menjadi sebuah istilah lagi bagi <strong>rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur</strong>. Bagaimana tidak, <strong>Artalyta Suryani </strong>alias <strong>Ayin</strong>, terdakwa <strong>kasus suap</strong> terhadap <strong>mantan jaksa Urip Tri Gunawan</strong>, menyulap ruang tahanan yang semestinya berupa ruang sempit dengan jeruji besi menjadi ruangan mewah layaknya sebuah<strong> hotel</strong>. Jadi, bukan hanya istilah, tapi benar-benar sebuah hotel.</p><p style="text-align: justify;">Sungguh ironis memang jika mengingat bahwa si<strong> bangsat Ayin</strong> (<em>memangnya cuma anggota DPR saja yang boleh bilang bangsat (H) </em>) merupakan tersangka<strong> kasus korupsi</strong> yang jelas-jelas menyengsarakan rakyat namun dengan enaknya ditempatkan pada ruang khusus yang sangat mewah di <strong>Rutan Pondok Bambu</strong>. Lebih miris lagi jika melihat tahanan lain yang justru bersempit-sempitan karena kelebihan kapasitas di ruangan mereka. Terlihat jelas <strong>praktek diskriminasi</strong> di rutan tersebut. Saya yakin temuan <strong>Satgas Pemberantasan Mafia Hukum</strong> di <strong>Rutan Podok Bambu</strong> itu bukanlah satu-satunya kasus yang ada di rumah tahanan di Indonesia. Namun, semoga terkuaknya keburukan ini bisa menjadi batu loncatan untuk membersihkan praktek ketidakadilan yang terjadi di lembaga-lembaga pemerintah di Indonesia yang selama ini memang tidak terekspos secara jelas.</p><p style="text-align: justify;">Sebagian dari kita termasuk saya mungkin tidak terlalu kaget mendengar berita tersebut karena bukan rahasia umum lagi bahwa masih banyak praktek pungli (pungutan liar) di rumah tahanan di Indonesia. Namun, kita kadang lebih sibuk mengkritik negara lain seperti <strong>Amerika Serikat</strong> atas kebijakan yang diterapkan di penjara <strong>Guantanamo</strong> milik mereka, seakan-akan kita <strong>sudah sangat suci </strong>dan lepas dari kesalahan seperti itu. Temuan ini juga semakin memperjelas bahwa di negara kita masih berlaku aturan dimana penjahat kakap akan lebih dihargai. Sampai-sampai membuat jadi berpikiran jika melakukan kejahatan, <strong>jangan mencuri ayam, tapi mencuri uang negara</strong>, supaya kalau dipenjara, penjaranya bisa di <strong>hotel prodeo</strong> yang benar-benar <strong>hotel</strong>.</p><p style="text-align: justify;">Huuh..Semoga saja tidak ya.. <img src='http://www.source.blog.banditbatak.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://blog.banditbatak.com/berita/hukum/jangan-mencuri-ayam-curilah-uang-negara/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Susahnya Mencari Makna Natal dan Tahun Baru</title><link>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/susahnya-mencari-makna-natal-dan-tahun-baru/</link> <comments>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/susahnya-mencari-makna-natal-dan-tahun-baru/#comments</comments> <pubDate>Tue, 05 Jan 2010 14:54:35 +0000</pubDate> <dc:creator>nestoriko</dc:creator> <category><![CDATA[Sosial]]></category> <category><![CDATA[century]]></category> <category><![CDATA[gusdur]]></category> <category><![CDATA[lumpur lapindo]]></category> <category><![CDATA[natal]]></category> <category><![CDATA[tahun baru]]></category><guid isPermaLink="false">http://blog.banditbatak.com/?p=349</guid> <description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya mengajak teman saya yang datang dari Depok untuk melihat kondisi lumpur Lapindo di Sidoarjo. Ternyata setelah beberapa bulan tidak datang ke sana, lumpur Lapindo sudah dijadikan objek wisata di daerah itu. Buktinya kami harus merogoh kocek agar bisa naik ke tanggul dan melihat langsung semburan lumpur yang katanya akibat bencana [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu, saya mengajak teman saya yang datang dari Depok untuk melihat kondisi <strong>lumpur Lapindo </strong>di <strong>Sidoarjo</strong>. Ternyata setelah beberapa bulan tidak datang ke sana, lumpur Lapindo sudah dijadikan objek wisata di daerah itu. Buktinya kami harus merogoh kocek agar bisa naik ke tanggul dan melihat langsung semburan lumpur yang katanya akibat bencana alam (meskipun sudah ada begitu banyak ahli terpercaya yang mengatakan bahwa itu akibat kelalaian manusia atau <em>human error</em>). Padahal dulu ketika saya menjadi relawan dari <strong>BEM ITS</strong> untuk pengungsi lumpur Lapindo di <strong>Pasar Baru Porong</strong>, dibayarpun orang belum tentu mau melihat lumpur itu karena baunya yang begitu menyesakkan hidung. Semoga uang yang kami keluarkan memang untuk tiket “wisata” bagi kepentingan daerah, bukan sebagai pungli (pungutan liar) yang masuk ke kantong preman kampung.</p><p style="text-align: justify;">Di saat perjalanan pulang kami sempat kehujanan sehingga kami berteduh di salah satu mall besar di Jl. Ahmad Yani Surabaya (bukan di samping Gereja seperti <strong>lagu Gereja Tua karya Panbers</strong>. Cerita ini lain lagi). Sambil menunggu hujan reda, kami menyempatkan diri jalan-jalan di dalam mall tersebut. Kami melihat sebuah acara sedang dilakukan di lantai dasar. Kalau dilihat dari pernak pernik yang digunakan, acara itu jelas terlihat sebagai acara penyambutan Natal. MC yang masih anak-anak itu juga mengatakan demikian. Tapi isi acaranya tidak seperti acara penyambutan Natal yang ada di Gereja yang pasti diiringi lagu kidung rohani dan selalu ada ceramahnya. Acara yang kami lihat tersebut hanya berisi <em>fashion show</em> dari anak-anak yang diiringi lagu dengan <em>beat</em> tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Melihat itu teman saya langusng komentar dengan mengatakan: “Inilah acara Natal yang tidak ada Kristus ditengah-tengahnya”. Mendengar perkataannya, saya hanya mencoba untuk mengikuti alur pikiran teman saya itu. Sebagai seorang Kristen yang taat, dia pasti lebih terbiasa melihat dan mengikuti acara Natal yang mengandung makna Natal sesungguhnya, bukan acara pamer lenggak lenggok yang mengatasnamakan Natal demi strategi marketing si pembuat acara.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut ke cerita berikutnya. Liburan tahun baru 2010 sengaja saya habiskan di desa teman baik saya. Desa Gumeno, sebuah desa yang sangat bagus di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Malam pergantian tahun kami nikmati dengan memanggang ikan dan daging di tambak milik keluarganya. Sebuah aktivitas yang sudah lama tidak saya lakukan. Sampai-sampai saya lupa kapan terakhir kali melakukan aktivitas yang sangat menyenangkan itu. Sehabis manggang ikan dan daging, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Gresik Kota. Harapannya sih bisa melihat pesta kembang api.</p><p style="text-align: justify;">Namun, yang kami lihat tidak jauh berbeda dengan yang ada di Surabaya, kota yang terkenal dengan udaranya yang panas. Yang dilakukan oleh muda-mudi di Gresik Kota tersebut sama seperti yang dilakukan oleh muda-mudi di Surabaya, yaitu pamer suara motor. Ya, dengan bangganya mereka menggeber-geber suara motor yang mirip suara mesin rusak. Bahkan mereka sengaja melepas knalpot motor yang fungsinya menyaring suara dan asap kendaraan itu agar suara yang dihasilkan lebih keras. Saya tidak tahu persis berapa desibel suara motor-motor itu. Tapi yang pasti kalau didengar terlalu lama bisa membuat gendang telinga yang katanya setipis kulit bawang ini menjadi pecah. Belum lagi polusi dan kemacetan yang ditimbulkan oleh motor-motor sialan itu. Saya rasa Anda sudah bisa mendeskripsikan situasi menjijikkan ini.</p><p style="text-align: justify;">Saya mencoba mengamati satu persatu tingkah laku mereka. Mencoba untuk masuk dan mengikuti alur pikiran mereka. Sebagian dari mereka sengaja memberhentikan motornya di tengah jalan, kemudian mulai menggeber gas motornya sampai mengahasilkan suara paling bising se Indonesia dan sekitarnya. Kelakuan itu membuat seluruh kendaraan di belakangnya menjadi berhenti. Lucunya yang lain juga mengikuti dengan menggeber-geber motornya. Mungkin ini efek samping dari adanya larangan bermain petasan oleh Polisi sehingga muda-mudi tersebut menjadikan motornya sebagai sumber penghasil suara bising pengganti petasan. Sebagian orang lagi manggut-manggut kayak ayam ngantuk sambil mengacungkan jarinya membentuk huruf V dan ada pula yang mengacungkan jempolnya mirip iklan RCTI Oke. Mungkin mereka berharap diliput oleh <em>channel</em> televisi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada yang spesial, yang bernilai, dan penting untuk diikuti dari aktivitas mereka. Semuanya menunjukkan kegilaan, keanehan, dan kebodohan. Tidak berbeda jauh dengan orang gila yang tempo hari saya lihat dengan sengaja menumpahkan sampah dari tong sampah ke tengah jalan di dekat rumah teman saya itu.</p><p style="text-align: justify;">Seperti Natal yang semestinya dimaknai sebagai momen untuk mensyukuri kelahiran Yesus ke dunia dan mengenang kasih Allah yang besar yang rela mengorbankan Anak-Nya Yesus Kristus disalibkan untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan akibat dosa, tahun baru pun harusnya dimaknai sebagai momen untuk refleksi diri. Tahun baru semestinya bisa kita jadikan sebagai momen untuk merenungkan kebaikan dan keburukan yang telah kita lakukan selama tahun 2009 dan merancang rencana untuk meningkatkan kebaikan dan menebus keburukan tersebut di tahun 2010.</p><p style="text-align: justify;">Melihat aktivitas yang dilakukan oleh muda-mudi di Gresik Kota tersebut cukup ironis bagi saya. Secepat itukah mereka lupa bahwa tanggal 30 Desember 2009 kemarin negara kita baru saja kehilangan seorang tokoh kebanggaan,<strong>KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)</strong> yang begitu menghargai warna-warni kehidupan kita di Indonesia? Warna-warni yang meskipun membedakan kita tapi seindah percikan kembang api yang melambung di udara. Atau lupakah kita dengan kasus <strong>Bank Century</strong> yang membuat Negara kehilangan uang triliunan rupiah yang seharusnya bisa digunakan untuk memperbaiki atap ratusan sekolah di pelosok-pelosok tanah air? Atau secepat inikah kita lupa dengan kasus <strong>kriminalisasi KPK</strong> yang dilakukan oleh oknum-oknum jahanam di lembaga hukum Negara kita? Tidakkah kita sadar begitu buruknya raport lembaga hukum Negara kita di tahun 2009 ini sampai-sampai seorang ibu yang mengeluhkan pelayanan sebuah rumah sakitpun sempat divonis bersalah dan dijerat dengan pasal hasil produk hukum yang semestinya tidak dijeratkan kepadanya? Atau kita dengan mudah memaafkan para anggota dewan yang dengan seenak perut buncitnya melakukan tindak pidana korupsi di Negara ini?</p><p style="text-align: justify;">Jika memang iya, maka siap-siaplah melihat kehancuran bangsa ini. Tetapi jika jawabnya adalah tidak, mari kita ganti aktivitas tahun baru dengan lebih bermakna, bernilai, cerdas, dan tentunya lebih waras.</p><p style="text-align: justify;">Nih contoh yang tidak waras (H) :</p><p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter" title="Christmas Sexy Girl" src="http://nestoriko.googlepages.com/christmas-sexy-girl-1.jpg" alt="gambar natal gadis sexy" width="400" height="219" /></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/susahnya-mencari-makna-natal-dan-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Surabaya Kejatuhan Dihidrogen Monoksida</title><link>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/surabaya-kejatuhan-dihidrogen-monoksida/</link> <comments>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/surabaya-kejatuhan-dihidrogen-monoksida/#comments</comments> <pubDate>Sat, 21 Nov 2009 10:13:39 +0000</pubDate> <dc:creator>nestoriko</dc:creator> <category><![CDATA[Sosial]]></category> <category><![CDATA[hujan]]></category> <category><![CDATA[surabaya]]></category><guid isPermaLink="false">http://blog.banditbatak.com/?p=317</guid> <description><![CDATA[Kehujanan Hari Jumat, 21 Nopember 2009 kemarin menjadi hari yang sangat menggembirakan buat saya. Setelah lama menunggu bertahun-tahun, saya akhirnya bisa melihat dan merasakan tanah Surabaya kejatuhan hujan. Kalau tidak terhalang karena usia, saya mungkin sudah mandi hujan kemarin. Surabaya memang terkenal sangat panas dan mendapatkan curah hujan sangat sedikit. Makanya ketika melihat hujan datang, [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" draggable=""><dl id="attachment_825" class="wp-caption alignleft" style="width: 280px;"><dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.source.blog.banditbatak.com/wp-content/uploads/2009/11/hujan.jpg"><img src="http://www.source.blog.banditbatak.com/wp-content/uploads/2009/11/hujan-300x267.jpg" title="hujan" width="270" height="240" class=" wp-image-825 " /></a></dt><dd class="wp-caption-dd">Kehujanan</dd></dl></div><p style="text-align: justify;">Hari Jumat, 21 Nopember 2009 kemarin menjadi hari yang sangat menggembirakan buat saya. Setelah lama menunggu bertahun-tahun, saya akhirnya bisa melihat dan merasakan <strong>tanah Surabaya</strong> kejatuhan hujan. Kalau tidak terhalang karena usia, saya mungkin sudah <strong>mandi hujan</strong> kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Surabaya memang terkenal sangat panas dan mendapatkan curah hujan sangat sedikit. Makanya ketika melihat hujan datang, saya sampai merinding atas<strong> anugrah Tuhan</strong> tersebut. Ternyata saya masih bisa merasakan hujan si Surabaya sebelum <strong>2012</strong>. He3x.</p><p style="text-align: justify;">Semoga masih bisa terus merasakan keagungan alam dari Tuhan, termasuk merasakan jatuhnya <strong>Dihidrogen Monoksida (H2O)</strong> dari langit.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://blog.banditbatak.com/berita/sosial/surabaya-kejatuhan-dihidrogen-monoksida/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Database Caching 4/29 queries in 0.015 seconds using disk: basic
Object Caching 738/805 objects using disk: basic
Content Delivery Network via www.source.blog.banditbatak.com

Served from: blog.banditbatak.com @ 2012-02-06 15:36:00 -->
