Penahanan Bibit dan Candra Akhirnya Ditangguhkan

Sungguh luar biasa dinamisasi gerakan sosial politik rakyat Indonesia. Lihat saja begitu banyak masyarakat yang menuntut pembebasan Ketua KPK Nonaktif Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto yang ditahan oleh Polri beberapa hari lalu. Tidak sedikit tokoh-tokoh nasional yang mau menjaminkan badan ke Polisi untuk penangguhan penahanan keduanya. Bukan cuma tokoh nasional tersebut yang menolak secara tegas penahanan mereka, masyarakat beserta mahasiswa pun ikut menuntut pembebasan keduanya yang ditahan karena alasan yang sangat kontroversial. Bukti dukungan yang tinggi bahkan datang dari pelaku sosial network seperti Facebook melalui GERAKAN 1.000.000 FACEBOOKERS DUKUNG CHANDRA HAMZAH & BIBIT SAMAD RIYANTO.

Ini bukti bahwa rakyat Indonesia begitu mencintai KPK yang menjadi lembaga antikorupsi yang selama ini ditakuti oleh para koruptor karena keberanian dan ketegasannya menumpas para tikus-tikus negara. Jujur, saya sendiri hanya mempercayai KPK sebagai lembaga penegak hukum di Indonesia. Ketika sebuah kasus menimpa Antasari, saya cukup kaget dan takut bahwa KPK juga telah ternodai karena ada korupsi didalamnya. Hari-hari selanjutnya saya melihat bahwa kasus itu adalah kasus kriminal, yaitu pembunuhan berencana yang diduga dilakukan oleh Antasari. Hati saya sedikit lega. Meskipun ada sesal atas kasus itu, tspi kelegaan yang saya maksud adalah bahwa ternyata Antasari ditangkap bukan karena terlibat korupsi. Tetapi kelegaan itu hanya berlangsung sebentar. Sepertinya, secara sistematis orang-orang tertentu menggrogoti KPK sampai akhirnya Bibit dan Candra ditahan beberapa hari lalu.

Terbukanya rekaman percakapan Anggodo (adik tersangka korupsi Anggoro yang sejatinya diringkus oleh KPK) dengan beberapa orang yang diduga petinggi Polri dan Kejaksaan Agung kemarin (3-10-2009) di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi titik terang terbongkarnya dugaan rekayasa kriminalisasi terhadap KPK oleh pihak-pihak tertentu yang saat ini diduga oleh Polri dan Kejaksaan Agung. Titik terang tersebutlah yang juga yang membuat penahanan Bibit dan Candra oleh Polri ditangguhkan.

Semoga KPK bisa bangkit kembali, dan saya yakin itu. Anda juga yakin kan? Supaya negara ini benar-benarbersih dari praktik korupsi. Saya sendiri juga berharap agar konflik antara Polri vs KPK yang disebut-sebut dengan istilah Buaya vs Cicak segera berakhir. Jika para penegak  hukum dinegara Indonesia ini berseteru, bagaimana mungkin rakyat bisa tenang.

Seharusnya para penegak hukum semakin sadar dengan kekuatan rakyat, supaya tidak semena-mena berbuat yang tidak-tidak terutama mengkriminalisasi sebuah lembaga yang dicintai Rakyat, yaitu KPK. Jangan sampailah PEOPLE POWER yang terlebih dahulu mengakhiri konflik berkepanjangan antara para penegak hukum tersebut.

Oh iya, jangan lupa gabung di Group Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Candra Hamzah & Bibit Samad Riyanto ya. Pas saya nulis artikel ini, anggotanya sudah 741.217 members lho.

CICAK =CINTA INDONESIA CINTAI KPK

Buaya vs Cicak
Buaya vs Cicak

1 thought on “Penahanan Bibit dan Candra Akhirnya Ditangguhkan

  1. Akhirnya, setelah menuai banyak kontroversi dan kemelut, akhirnya Bibit dan Chandra Hamzah dapat kembali menghirup udara bebas. Walaupun memang ada keharusan wajib lapor. Kasus ini memang banyak menyita perhatian, terutama karena banyak yang menduga kalau kasus ini hanya sebagai upaya mengkriminalisasi KPK.

    Kini, menarik untuk menunggu kelanjutan jalannya kasus ini. Mudah-mudahan hukum dapat benar-benar dapat ditegakkan. Yang pada akhirnya akan membela kepada yang benar.
    Cara Membuat Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco