Jangan Mencuri Ayam, Curilah Uang Negara

“Hotel prodeo” selama ini menjadi istilah untuk menyebut rumah tahanan (rutan) yang menjadi tempat para tahanan atau narapidana menjalani hukuman penjara. Namun, “hotel prodeo” sepertinya tidak menjadi sebuah istilah lagi bagi rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Bagaimana tidak, Artalyta Suryani alias Ayin, terdakwa kasus suap terhadap mantan jaksa Urip Tri Gunawan, menyulap ruang tahanan yang semestinya berupa ruang sempit dengan jeruji besi menjadi ruangan mewah layaknya sebuah hotel. Jadi, bukan hanya istilah, tapi benar-benar sebuah hotel.

Sungguh ironis memang jika mengingat bahwa si bangsat Ayin (memangnya cuma anggota DPR saja yang boleh bilang bangsat (H) ) merupakan tersangka kasus korupsi yang jelas-jelas menyengsarakan rakyat namun dengan enaknya ditempatkan pada ruang khusus yang sangat mewah di Rutan Pondok Bambu. Lebih miris lagi jika melihat tahanan lain yang justru bersempit-sempitan karena kelebihan kapasitas di ruangan mereka. Terlihat jelas praktek diskriminasi di rutan tersebut. Saya yakin temuan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di Rutan Podok Bambu itu bukanlah satu-satunya kasus yang ada di rumah tahanan di Indonesia. Namun, semoga terkuaknya keburukan ini bisa menjadi batu loncatan untuk membersihkan praktek ketidakadilan yang terjadi di lembaga-lembaga pemerintah di Indonesia yang selama ini memang tidak terekspos secara jelas.

Sebagian dari kita termasuk saya mungkin tidak terlalu kaget mendengar berita tersebut karena bukan rahasia umum lagi bahwa masih banyak praktek pungli (pungutan liar) di rumah tahanan di Indonesia. Namun, kita kadang lebih sibuk mengkritik negara lain seperti Amerika Serikat atas kebijakan yang diterapkan di penjara Guantanamo milik mereka, seakan-akan kita sudah sangat suci dan lepas dari kesalahan seperti itu. Temuan ini juga semakin memperjelas bahwa di negara kita masih berlaku aturan dimana penjahat kakap akan lebih dihargai. Sampai-sampai membuat jadi berpikiran jika melakukan kejahatan, jangan mencuri ayam, tapi mencuri uang negara, supaya kalau dipenjara, penjaranya bisa di hotel prodeo yang benar-benar hotel.

Huuh..Semoga saja tidak ya.. 🙂

Please follow and like us:

8 Comments

  • Bobby Reply

    Ded, i just realize that you must be a “orang hukum”.. bukan engineer.. ente kan poltak-raja-minyak-dari-Medan juga, hehehe..

    sedih ya Ded liat negeri kita begitu kotor dengan politik dan uang.. mungkin masih banyak borok yg belum terungkap nih Ded..

    • HelNes Reply

      Hahaha..dari mana pula dasarnya?
      Atau mungkin gara2 itu aq lama tamat nih bob?wkwkwkwk

      • Bobby Reply

        aah, ya nggak gitu juga lah Ded..

        Lae terlalu fokus & mendalam aja tu, jadi agak lamaan dikit tamatnya..

        sukses ya Lae! segera menyusul ke dunia kerja ya Lae?!
        .-= Bobby´s last blog ..Tiga Minggu di (Pinggir) Ibukota =-.

    • HelNes Reply

      Ya..ya..bener tuh tik.. (Y) ..apalgi klw hasil curiannya gak dikembalikan..hehehe

  • Pandu Reply

    Iya, saya prihatin sekali dengan kondisi hukum di Indonesia. Semoga kedepannya lebih baik.
    Oia, agak menyimpang nih, saya mau tanya Anda pakai template apa yah nih ? templatenya bagus.

    • HelNes Reply

      Saya pakai template Tidal Force mas..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco